<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AA"ipoel"Blog</title>
	<atom:link href="http://aaipoel.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aaipoel.wordpress.com</link>
	<description>Telanjang dada menelanjangi komunikasi globalisasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Mar 2008 11:39:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aaipoel.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f8366c28e9c9857f1cb1f6cc8f10e712?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AA"ipoel"Blog</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Belajar Membuat Proposal Bisnis</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/belajar-membuat-proposal-bisnis/</link>
		<comments>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/belajar-membuat-proposal-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 11:39:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaipoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/belajar-membuat-proposal-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[Punya ide bisnis bagus untuk dikembangkan, namun tidak memiliki cukup modal untuk memulainya? Salah satu jalan keluarnya adalah mencari pemodal atau investor yang bisa mendanai bisnis. Namun tentu saja membuat orang lain percaya dan tertarik untuk bekerjasama bukanlah hal yang mudah. Calon pebisnis perlu meyakinkan untuk tujuan tersebut.
Proposal bisnis bisa digunakan sebagai salah satu jalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=36&subd=aaipoel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Punya ide bisnis bagus untuk dikembangkan, namun tidak memiliki cukup modal untuk memulainya? Salah satu jalan keluarnya adalah mencari pemodal atau investor yang bisa mendanai bisnis. Namun tentu saja membuat orang lain percaya dan tertarik untuk bekerjasama bukanlah hal yang mudah. Calon pebisnis perlu meyakinkan untuk tujuan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Proposal bisnis bisa digunakan sebagai salah satu jalan untuk menarik investor. Pada intinya proposal bisnis merupakan penuangan segala pikiran pelaku bisnis tentang rencana bisnisnya ke depan. Lewat proposal bisnis juga calon pebisnis menyatakan tujuan, visi dan misi dari bisnis yang akan dijalankan. Harapannya tidak lain adalah, pemodal atau investor sepaham dengan tujuan, visi dan misi bisnis yang akan dijalankan, sehingga tergerak untuk mendanai bisnis.</p>
<p class="MsoNormal">Tapi tentu saja, membuat proposal bisnis yang baik dan menarik bukanlah hal yang mudah. Mau tidak mau calon pebisnis harus mempelajari terlebih dahulu teknik penulisan proposal yang baik dan benar serta menarik. Berguru pada yang pebisnis lain yang telah sukses, atau rajin membaca literatur tentang menyusun proposal bisnis bisa dijalankan. Banyak buku bacaan saat ini membahas topik tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Menyusun proposal yang baik, semestinya calon pebisnis menyesuaikan isinya dengan pembaca yang dituju (dalam hal ini investor). Dengan kata lain, calon pebisnis menguasai dengan baik kemudian memaparkan di dalam proposal tersebut tujuan penulisan. Untuk mencapai keinginan, mengetahui karakteristik calon investor yang dituju akan sangat membantu tercapainya tujuan pembuatan proposal.</p>
<p class="MsoNormal">Isi proposal bisnis disesuaikan dengan tujuan pembuatannya. Namun setidaknya ada beberapa hal yang tidak boleh terlupakan dalam membuat proposal. Diantaranya judul proposal, ringkasan proposal usaha, analisis pasar, aspek produksi, rencana pemasaran, dan rencana keuangan. Selain itu pada bagian khusus, bisa dijadikan bab lampiran, dimuat juga struktur organisasi atau manajemen, surat ijin usaha jika ada, dan gambar-gambar foto pendukung.</p>
<p class="MsoNormal">Semakin baik dan benar serta menarik susunan proposal, akan semakin besar kesempatan calon pebisnis bisa menggaet investor. Dan jika telah mahir membuat proposal bisnis, jalan untuk merentas kerjasama bisnis dengan berbagai pihak pun akan semakin terbuka. Karena menjaring investor hanyalah satu dari beberapa tujuan dibuatnya proposal bisnis. Selain untuk kepentingan menarik investor, proposal juga bisa digunakan untuk menarik pihak lain bekerjasama untuk kepentingan bisnis. (SH).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaipoel.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaipoel.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaipoel.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaipoel.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaipoel.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaipoel.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaipoel.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaipoel.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaipoel.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaipoel.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaipoel.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaipoel.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=36&subd=aaipoel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/belajar-membuat-proposal-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00158907de4073e17b7edbc6f622d04f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aaipoel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memahami 9 Aspek Penting Sebelum Memulai Usaha</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/memahami-9-aspek-penting-sebelum-memulai-usaha/</link>
		<comments>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/memahami-9-aspek-penting-sebelum-memulai-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 11:35:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaipoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/memahami-9-aspek-penting-sebelum-memulai-usaha/</guid>
		<description><![CDATA[Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.
Salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=35&subd=aaipoel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.</p>
<p class="MsoNormal">Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.</p>
<p class="MsoNormal"><b>1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik</b></p>
<p class="MsoNormal">Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya.</p>
<p class="MsoNormal"><b>2. Membuat visi dan misi bisnis</b></p>
<p class="MsoNormal">Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam topik ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan anda rintis.</p>
<p class="MsoNormal"><b>3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses</b></p>
<p class="MsoNormal">Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. there is no over night success sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses.</p>
<p class="MsoNormal"><b>4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan.</b></p>
<p class="MsoNormal">Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.</p>
<p class="MsoNormal"><b>5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha daripada risiko manajemen.</b></p>
<p class="MsoNormal">Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dalam topik ini kami akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.</p>
<p class="MsoNormal"><b>6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.</b></p>
<p class="MsoNormal">Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Topik ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.</p>
<p class="MsoNormal"><b>7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?</b></p>
<p class="MsoNormal">Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti “thinking outbox” atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda. Kepemimpinan sangat penting dalamkrisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik, menjadi tempat last resort solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi anda. Dalam topik ini anda akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.</p>
<p class="MsoNormal"><b>8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan</b></p>
<p class="MsoNormal">Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalamtopik ini akan dibahas pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lainnya.</p>
<p class="MsoNormal"><b>9. Pemasaran, pelayanan dan product brand</b></p>
<p class="MsoNormal">Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam topik ini akan dibahas secera menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.</p>
<p>Sumber : Wirausaha.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaipoel.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaipoel.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaipoel.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaipoel.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaipoel.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaipoel.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaipoel.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaipoel.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaipoel.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaipoel.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaipoel.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaipoel.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=35&subd=aaipoel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/memahami-9-aspek-penting-sebelum-memulai-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00158907de4073e17b7edbc6f622d04f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aaipoel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Tips Memulai Bisnis yang Sukses</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/10-tips-memulai-bisnis-yang-sukses/</link>
		<comments>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/10-tips-memulai-bisnis-yang-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 11:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaipoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaipoel.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses.
1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=34&subd=aaipoel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses.</p>
<p class="MsoNormal">1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.</p>
<p class="MsoNormal">2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.</p>
<p class="MsoNormal">3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.</p>
<p class="MsoNormal">4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.</p>
<p class="MsoNormal">5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.</p>
<p class="MsoNormal">6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.</p>
<p class="MsoNormal">7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.</p>
<p class="MsoNormal">8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.</p>
<p class="MsoNormal">9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.</p>
<p class="MsoNormal">10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.</p>
<p class="MsoNormal">sumber: smbzone.indiatimes.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaipoel.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaipoel.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaipoel.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaipoel.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaipoel.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaipoel.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaipoel.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaipoel.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaipoel.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaipoel.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaipoel.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaipoel.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=34&subd=aaipoel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/10-tips-memulai-bisnis-yang-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00158907de4073e17b7edbc6f622d04f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aaipoel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DYNASIS BISNIS JARINGAN ELEKTRIK BEBAS BIAYA REGISTRASI</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/dynasis-bisnins-jaringan-elektrik-bebas-biaya-registrasi/</link>
		<comments>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/dynasis-bisnins-jaringan-elektrik-bebas-biaya-registrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 11:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaipoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[PELUANG BISNIS GRATIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaipoel.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda ingin punya Bisnis atau Penghasilan Tambahan tapi Tidak Punya Modal atau Takut Rugi?
“Mulai Sekarang, Saya akan Membantu Anda Memiliki Penghasilan Rp5.314.320 per Bulan Bahkan Lebih&#8230;
Dengan Modal Rp0 &#38; Tanpa Risiko!!“

Jika Anda memiliki Handphone dan sedikit kemauan, sebenarnya Anda sudah memiliki syarat yang cukup untuk mendapatkan tambahan penghasilan jutaan rupiah dengan modal kecil bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=33&subd=aaipoel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apakah Anda ingin punya Bisnis atau Penghasilan Tambahan tapi <font color="#d94545">Tidak Punya Modal atau Takut Rugi?</font></p>
<p style="font-size:16px;font-weight:bolder;color:#454598;text-align:center;margin:30px 80px;">“Mulai Sekarang, Saya akan Membantu Anda Memiliki Penghasilan <font color="#d94545">Rp5.314.320 per Bulan</font> Bahkan Lebih&#8230;<br />
Dengan Modal Rp0 &amp; Tanpa Risiko!!“
</p>
<p style="font-weight:bolder;color:#454598;margin:20px;">Jika Anda memiliki Handphone dan sedikit kemauan, sebenarnya Anda sudah memiliki syarat yang cukup untuk mendapatkan tambahan penghasilan jutaan rupiah dengan modal kecil bahkan Rp 0,-</p>
<p>Berapa anggaran yang harus Anda keluarkan setiap bulan untuk kebutuhan mengisi pulsa HP Anda? Tentunya tiap orang tidak sama, tapi rata-rata Rp70.000 – Rp100.000 per bulan. Saat ini, pulsa sudah menjadi <b>kebutuhan pokok</b> bagi setiap pengguna HP dan merupakan sumber <b>pengeluaran rutin</b> tiap bulannya.</p>
<p>Jika Anda mau sedikit lebih jeli dalam menangkap sebuah peluang, Anda bisa menjadikan HP Anda bukan lagi sebagai Beban Pengeluaran, tetapi sebagai <b>Sumber Penghasilan</b> bagi Anda.</p>
<p style="font-size:16px;font-weight:bolder;color:#454598;text-align:center;margin:30px 80px;">Selanjutnya, Saya Akan INFORMASIKAN Kepada Anda Bagaimana Mengubah HP Anda Menjadi Mesin Penghasil Uang!</p>
<p style="font-size:16px;text-align:center;color:#d94545;font-weight:bolder;">BENEFITS!! BENEFITS!! BENEFITS!!</p>
<ul>
<li>Tidak Ada Biaya Pendaftaran atau Iuran Apapun <b>(100% GRATIS!!)</b></li>
<li><b>Harga Pulsa</b> rata-rata <b>SAMA</b> dengan Harga Pasar</li>
<li><b>Repeat Order TINGGI</b>, Karena Produk <b>Sudah Umum Dipakai</b></li>
<li><b>Pasar LUAS</b>: Ada Lebih dari <b>80 Juta Pengguna HP</b> di Indonesia</li>
<li><b>Bukan Jualan</b> &amp; Tidak Ada Kewajiban Berjualan</li>
<li><b>Tidak Ada RISIKO RUGI</b>, Karena Tidak Ada Kewajiban Stok Produk</li>
<li><b>Dijamin MUDAH</b> Menjalankannya,</li>
<li>Terbukti Lebih Banyak yang Tertarik JOIN Dibandingkan dengan Bisnis yang Lain!!</li>
</ul>
<h3>KUNCI EMAS: Viral Marketing DYNASIS</h3>
<p>Model bisnis yang menggunakan sistem member get member, untuk membangun jaringan pemakai. Viral Marketing adalah sistem pemasaran yang telah digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia, seperti Amazone.com, dll.</p>
<p>Dan kini, Anda memiliki kesempatan untuk memanfaatkan peluang di bisnis ini bagi peningkatan finansial Anda!!</p>
<p><font color="#d94545">Bukan MLM:</font> karena tidak ada sistem peringkat, tidak ada biaya pendaftaran, tidak perlu/tidak harus seimbang, tidak ada kewajiban hadir di pertemuan/seminar, dll.</p>
<p><font color="#d94545">Bukan Money Game:</font> karena tidak ada biaya pendaftaran &amp; tidak ada mark-up harga yang berlebihan (harga standar: sama dengan harga pasar)!</p>
<p style="font-weight:bolder;color:#454598;text-align:center;margin:20px 60px;">Salah seorang member DYNASIS yang hanya dalam waktu 6 bulan telah dapat mencapai bonus yang sangat signifikan.</p>
<p><img src="http://www.klikdynasis.net/images/sshotbonus.jpg" border="0" /><br />
Perhatikan tabel bonus diatas.</p>
<h3>Caranya Bagaimana?</h3>
<p style="font-weight:bolder;">Konsepnya sederhana:</p>
<p style="margin-left:20px;margin-right:20px;">Anda hanya <b>MENGUBAH CARA BELANJA</b> pulsa melalui DYNASIS dengan  <b>Harga Standar</b>, kemudian Anda mereferensikan (mengajak) teman-teman dan keluarga Anda untuk beli pulsa dengan cara yang sama. <b>Tanpa harus berjualan</b>, Anda akan mendapatkan komisi dari setiap Transaksi pengisian pulsa yang dilakukan oleh jaringan Anda setiap bulan, selamanya.</p>
<p style="font-weight:bolder;">Syaratnya Hanya 2:</p>
<ol>
<li>Anda harus punya HP.</li>
<li>Melakukan pengisian pulsa minimal 1 kali dalam 1 bulan, dengan nominal pulsa bebas.</li>
</ol>
<p>Samasekali tidak berat, bukan?</p>
<p>&#8211;o0o&#8211;</p>
<p style="font-weight:bolder;">Tell Your Friend (TYF) Reward Program</p>
<p>Program pembagian keuntungan (profit sharing) berupa bonus setiap bulan yang diberikan kepada Anda sebagai kompensasi atas usaha Anda yang telah memperkenalkan bisnis ini kepada relasi-relasi Anda. Bonus tersebut dihitung dari setiap Transaksi pengisian pulsa yang dilakukan oleh Anda beserta jaringan Anda.</p>
<p>Keuntungan dari setiap transaksi penjualan pulsa oleh DYNASIS (BV) dibagi:<br />
<b>70% untuk member dan 30% untuk perusahaan.</b></p>
<table cellpadding="4" cellspacing="0">
<tr style="font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:bolder;font-size:13px;line-height:normal;" align="center">
<td style="border:1px solid #343434;" bgcolor="#b3b8f9" width="80">Level</td>
<td style="border-top:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#b3b8f9" width="80">Bonus</td>
<td width="10">&nbsp;</td>
<td width="160">&nbsp;</td>
</tr>
<tr align="center">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">0</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">10% BV</td>
<td><font size="4"><b>→</b></font></td>
<td>Trx Pemakaian Pribadi</td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">1</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">6% BV</td>
<td rowspan="10" valign="middle"><img src="http://www.klikdynasis.net/images/kurawal.gif" /></td>
<td rowspan="10" valign="middle">Trx Pemakaian Member.</td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">2</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">6% BV</td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">3</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">6% BV</td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">4</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">6% BV</td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">5</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">6% BV</td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">6</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">6% BV</td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">7</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">6% BV</td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">8</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">6% BV</td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">9</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">6% BV</td>
</tr>
<tr align="center" valign="middle">
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4">10</td>
<td style="border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">6% BV</td>
</tr>
</table>
<ul>
<li><b>BV (Business Value):</b> margin keuntungan antara <b>Harga Pulsa</b> dengan <b>HPP</b> (Harga Pokok Pembelian). Misalnya Harga Pulsa Mentari 20.000 adalah <b>Rp21.000</b>; HPP <b>Rp20.000</b>, maka BV atau margin keuntungannya adalah <b>Rp1.000</b>. BV berbeda-beda untuk setiap Operator Selular dan untuk setiap nominal pulsa.</li>
<li><b>Trx Pemakaian Pribadi:</b> transaksi (pengisian pulsa) yang dilakukan oleh HP Anda. Anda (Level-0) akan mendapatkan cash back sebesar <b>10% x BV</b> dari setiap Trx Pemakaian Pribadi Anda (dimasukkan ke dalam bonus bulanan).</li>
<li><b>Trx Pemakaian Member:</b> transaksi yang dilakukan oleh setiap member di jaringan Anda. Anda akan mendapatkan bonus sebesar <b>6% x BV</b> dari setiap Trx Pemakaian Member sampai kedalaman Level-10 efektif (compressed system). Dengan demikian, Anda tidak akan mendapatkan bonus dari setiap Trx di Level-11 dst.</li>
<li><b>Level-1 (Frontline):</b> semua member yang Anda sponsori langsung, atau posisinya di bawah Anda langsung. <b>Jumlah member di Level-1 tidak dibatasi</b> (unilevel; sistem matahari). Anda akan mendapatkan <b>6% x BV</b> dari setiap Trx yang dilakukan oleh setiap Level-1 Anda setiap bulan.</li>
<li><b>Level-2:</b> semua member yang disponsori oleh Level-1 Anda, atau posisinya di bawah Level-1 Anda langsung. Anda akan mendapatkan <b>6% BV</b> dari setiap Trx yang dilakukan oleh setiap Level-2 Anda setiap bulan. Demikian seterusnya untuk level-level berikutnya.</li>
</ul>
<p style="font-weight:bolder;color:#d94545;">Perhatikan contoh dibawah ini bagaimana anda bisa menghasilkan UANG dengan jumlah TAK TERBATAS!</p>
<p style="font-weight:bolder;">Contoh 1: Mengajak 3 Orang Teman</p>
<p>Asumsi:</p>
<ul>
<li>Bulan pertama Anda hanya merekrut 3 orang, selanjutnya tidak merekrut lagi.</li>
<li>Jaringan member Anda juga melakukan hal yang sama (terduplikasi sempurna) sampai Level-10.</li>
<li>Setiap member hanya melakukan 1 kali Trx/bulan, dengan nominal sebesar Rp10.000/orang.</li>
<li>BV (Business Value) sebesar Rp1.000/Trx.</li>
<li>Bonus Trx Level-1 s/d Level-10 (6% BV) = Rp60.</li>
<li>Bonus Trx Level-0 (pemakaian pribadi) diabaikan.</li>
</ul>
<table class="modtbl" align="center" cellpadding="4" cellspacing="0">
<tr style="font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:bolder;font-size:13px;line-height:normal;" align="center" bgcolor="#b3b8f9">
<td style="border-top:1px solid #343434;border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">Level</td>
<td style="border-top:1px solid #343434;border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">Jumlah Member</td>
<td style="border-top:1px solid #343434;border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">Bonus (Rp)/trx</td>
<td style="border:1px solid #343434;">Bonus (Rp)/bln</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">1</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">3</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">180</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">2</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">9</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">540</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">3</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">27</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">1.620</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">4</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">81</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">4.860</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">5</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">243</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">14.580</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">6</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">729</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">43.740</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">7</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">2.187</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">131.220</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">8</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">6.561</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">393.660</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">9</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">19.683</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">1.180.980</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">10</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">59.049</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">3.542.940</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4"><b>Total</b></td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">88.572</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center"><b>5.314.320</b></td>
</tr>
</table>
<p>Maka bonus Anda pada bulan ke-10 adalah <span style="color:#d94545;">Rp 5.314.320/bulan</span></p>
<p style="font-weight:bolder;">Contoh 1: Mengajak 5 Orang Teman</p>
<p>Asumsi:</p>
<ul>
<li>Bulan pertama Anda hanya merekrut 5 orang, selanjutnya tidak merekrut lagi.</li>
<li>Jaringan member Anda juga melakukan hal yang sama (terduplikasi sempurna) sampai Level-10.</li>
<li>Setiap member hanya melakukan 1 kali Trx/bulan, dengan nominal sebesar Rp10.000/orang.</li>
<li>BV (Business Value) sebesar Rp1.000/Trx.</li>
<li>Bonus Trx Level-1 s/d Level-10 (6% BV) = Rp60.</li>
<li>Bonus Trx Level-0 (pemakaian pribadi) diabaikan.</li>
</ul>
<table class="modtbl" align="center" cellpadding="4" cellspacing="0">
<tr style="font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:bolder;font-size:13px;line-height:normal;" align="center" bgcolor="#b3b8f9">
<td style="border-top:1px solid #343434;border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">Level</td>
<td style="border-top:1px solid #343434;border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">Jumlah Member</td>
<td style="border-top:1px solid #343434;border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;">Bonus (Rp)/trx</td>
<td style="border:1px solid #343434;">Bonus (Rp)/bln</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">1</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">5</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">300</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">2</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">25</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">1.500</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">3</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">125</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">7.500</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">4</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">625</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">37.500</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">5</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">3.125</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">187.500</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">6</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">15.625</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">937.500</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">7</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">78.125</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">4.687.500</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">8</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">390.625</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">23.437.500</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">9</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">1.953.125</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">117.187.500</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="right" bgcolor="#dadcf4">10</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">9.765.625</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">585.937.500</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" bgcolor="#dadcf4"><b>Total</b></td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center">12.207.030</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center" bgcolor="#dadcf4">60</td>
<td style="border-left:1px solid #343434;border-right:1px solid #343434;border-bottom:1px solid #343434;" align="center"><b>732.421.800</b></td>
</tr>
</table>
<p>Maka bonus Anda pada bulan ke-10 adalah <span style="color:#d94545;">Rp 5732.421.800/bulan</span></p>
<p>Perlu diingat, kenyataanya pemakaian pulsa setiap orang per bulan <b>pasti lebih dari Rp 10.000,-</b>. Maka penghasilan bulanan anda juga bisa <b>berlipat-lipat!</b></p>
<p>&#8211;o0o&#8211;</p>
<p style="font-weight:bolder;">Cara Mendaftar Menjadi Member DYNASIS</p>
<p>Silakan Anda mengirimkan SMS kepada referral (calon sponsor) Anda, dalam hal ini adalah saya (<span>Syaiful</span>), dengan format SMS sbb:</p>
<div style="margin-left:20px;margin-right:20px;">
<p style="font-weight:bolder;">Reg.NoHP_Anda.Nama_Anda.Nama_Bank.NoRek_Bank</p>
<p>Contoh:<br />
Reg.08123456789.<span>Syaiful</span>.BCA.4370631323</p>
<p style="font-weight:bolder;">Jika tidak memiliki rekening bank:</p>
<p style="font-weight:bolder;">Reg.NoHP_Anda.Nama_Anda.-.-</p>
<p>Contoh:<br />
Reg.08123456789.<span>Syaiful</span>.-.-</p>
<p style="font-family:verdana;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:bolder;font-size:16px;line-height:normal;text-align:center;color:red;">Kirim SMS Anda ke: <span>085695348211</span></p>
<p style="font-size:11px;">Catatan:<br />
<i></i></p>
<ul>
<li><i>Pendaftaran di DYNASIS tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui referral (orang yang memperkenalkan usaha ini kepada Anda).<br />
Karena proses registrasi hanya bisa dilakukan melalui No.HP yang sudah terdaftar sebagai Member DYNASIS.</i></li>
<li><i>No. Rekening Bank Anda akan dirahasiakan (tidak dipublikasikan) demi menjaga keamanan dan privacy Anda.<br />
Rekening bank diperlukan untuk transfer bonus Anda oleh DYNASIS.</i></li>
<li><i>Jika Anda masih bingung, jangan ragu-ragu untuk bertanya kepada saya di No.HP:<span><i>085695348211</i></span> (bisa via SMS).<span style="font-size:11px;"><i><a href="http://aaipoel.wordpress.com/wp-admin/ymsgr:sendIM?ipoel_imei@yahoo.com"><img src="http://opi.yahoo.com/online?u=ipoel_imei@yahoo.com&amp;m=g&amp;t=1&amp;l=us" alt="ipoel_imei@yahoo.com" border="0" /></a></i></span></i></li>
</ul>
</div>
<p>Setelah terdaftar menjadi Member DYNASIS, Anda akan menerima SMS dari DYNASIS yang menyatakan bahwa No.HP Anda sudah terdaftar, dan Anda akan mendapatkan No.ID &amp; PIN Anda.</p>
<p style="font-size:16px;font-weight:bolder;color:#454598;margin:30px 80px;">Catat &amp; simpan No.ID &amp; PIN Anda jangan sampai hilang atau lupa!</p>
<p style="font-weight:bolder;">No.ID &amp; PIN tsb akan Anda butuhkan untuk keperluan:</p>
<ul>
<li>Menggunakan Menu Layanan SMS di DYNASIS (Transaksi pengisian pulsa, registrasi member, pembelian deposit, cek jaringan, dll).</li>
<li>Akses (masuk) ke Member Area di web www.dynasis.net<br />
Di bagian Member Area, terdapat Menu: profil Anda, database jaringan Anda, pertambahan member di jaringan Anda berdasarkan tanggal, &amp; download Buku Manual DYNASIS*.</li>
</ul>
<p style="font-weight:bolder;">Bonus bagi Member Baru</p>
<p>Sebagai member baru, secara otomatis Anda juga akan mendapatkan:</p>
<ol>
<li>Bonus deposit Rp500 dari DYNASIS, GRATIS untuk Anda!!</li>
<li>Web Replika Pribadi dari DYNASIS, GRATIS tanpa dipungut biaya apa pun!!</li>
</ol>
<p>Anda bisa menggunakan Web Replika DYNASIS (web seperti yang sedang Anda baca ini) untuk sarana promosi online. Anda juga bisa menggunakannya untuk menawarkan (mempresentasikan) usaha ini kepada rekan-rekan Anda yang di luar kota. Anda tinggal menginformasikan alamat (URL) Web Replika Pribadi milik Anda, via telepon atau SMS, kepada mereka dan minta mereka untuk mempelajarinya. Mudah, bukan?</p>
<p style="font-weight:bolder;">*Buku Manual DYNASIS:</p>
<p>Berisi panduan lengkap tentang Konsep &amp; Paradigma bisnis Viral Marketing, serta petunjuk teknis tentang Cara Menggunakan Menu Layanan SMS DYNASIS secara detail. GRATIS!! GRATIS!! GRATIS!!</p>
<p>Anda bisa menggunakan buku tsb untuk proses edukasi ke jaringan member Anda, sehingga Anda tidak perlu capek-capek menjelaskan secara detail setiap teknis penggunaan Menu Layanan SMS DYNASIS kepada setiap orang. Tinggal Anda duplikasikan saja! Sangat praktis, bukan?</p>
<p style="font-weight:bolder;">Transaksi – Pengisian Pulsa (Trx)</p>
<p>Pengisian pulsa (Trx) di DYNASIS bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja (24 jam). Anda tinggal mengirimkan SMS melalui HP Anda ke No.SMS Center DYNASIS, dengan format SMS seperti dalam brosur. Trx atau pengisian pulsa dapat dilakukan ke No.HP Anda sendiri, atau ke No.HP orang lain, baik member ataupun nonmember DYNASIS (Anda sudah dihitung melakukan Trx – pengisian pulsa).</p>
<p>Agar dapat melakukan pengisian pulsa, terlebih dahulu Anda harus memiliki deposit di DYNASIS, minimal sebesar Harga Pulsa yang akan Anda isikan.</p>
<p style="font-weight:bolder;">Cara Pembelian Deposit</p>
<p>Anda bisa menggunakan salah satu dari 3 cara berikut:</p>
<ol>
<li>Transfer via bank ke rekening DYNASIS. Prosedur &amp; teknisnya bisa Anda pelajari di brosur &amp; Buku Manual DYNASIS.</li>
<li>Beli deposit ke sponsor/upline Anda. Hal ini memungkinkan untuk pengembangan offline, tidak dianjurkan untuk pengembangan online!</li>
<li>Beli deposit cash ke Kantor DYNASIS di kota Malang, atau Galery Service yang ditunjuk.</li>
</ol>
<p>Untuk mempelajari lebih jauh tentang teknis penggunaan Menu Layanan SMS DYNASIS, silakan Anda <a href="https://www.dynasis.net/?do=dwnl" target="_blank">download Brosur &amp; Daftar Harga Pulsa</a>.</p>
<p>&#8211;o0o&#8211;</p>
<p style="font-size:16px;font-weight:bolder;color:#454598;text-align:center;margin:20px;">Ambil Keputusan&#8230; Bergabunglah Sekarang Juga!!<br />
Jangan Sia-siakan Kesempatan Emas Ini!!.<br />
Kalaupun Nanti Anda Gagal, Toh Anda Tidak akan Kehilangan Apa-apa!.
</p>
<p style="font-weight:bolder;">Ketik SMS dengan format:</p>
<p>Reg.NoHP_Anda.Nama_Anda.Nama_Bank.NoRek_Bank</p>
<p>Contoh:<br />
Reg.08123456789.<span>Syaiful</span>.BCA.4370631323</p>
<p style="font-family:verdana;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:bolder;font-size:16px;line-height:normal;text-align:center;color:red;">Kirim SMS Anda ke: <span>085695348211</span></p>
<p>Ada lebih dari 60 juta pengguna HP di Indonesia (data tahun 2006) yang menunggu untuk Anda perkenalkan usaha ini. Dan Anda bisa memulai dari keluarga &amp; teman-teman terdekat Anda. Ingat, perkembangan jaringan member DYNASIS sangat cepat! Sangat mungkin jika keluarga &amp; teman-teman Anda keburu disponsori oleh orang lain! Jadi, kenapa bukan Anda yang mensponsori mereka??</p>
<p>Tidak ada paksaan untuk bergabung di bisnis ini! Tidak ada seorang pun yang berhak memaksa Anda! Keputusan hidup Anda ada di tangan Anda! Dan saya percaya, Anda cukup bijak &amp; cerdas dalam memilih sebuah peluang!</p>
<p>&#8211;o0o&#8211;Jika anda menginginkan berkonsultasi lebih lanjut, jangan ragu &#8211; ragu untuk menghubungi saya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaipoel.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaipoel.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaipoel.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaipoel.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaipoel.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaipoel.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaipoel.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaipoel.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaipoel.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaipoel.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaipoel.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaipoel.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=33&subd=aaipoel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaipoel.wordpress.com/2008/04/01/dynasis-bisnins-jaringan-elektrik-bebas-biaya-registrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00158907de4073e17b7edbc6f622d04f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aaipoel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.klikdynasis.net/images/sshotbonus.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.klikdynasis.net/images/kurawal.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://opi.yahoo.com/online?u=ipoel_imei@yahoo.com&#38;m=g&#38;t=1&#38;l=us" medium="image">
			<media:title type="html">ipoel_imei@yahoo.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MASALAH ETIKA DALAM ORGANISASI</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com/2007/12/16/masalah-etika-dalam-organisasi/</link>
		<comments>http://aaipoel.wordpress.com/2007/12/16/masalah-etika-dalam-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 05:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaipoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Kuliah Ilmu Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaipoel.wordpress.com/2007/12/16/masalah-etika-dalam-organisasi/</guid>
		<description><![CDATA[Masalah etika selalu muncul dalam situasi yangmelibatkan orang lain, tetapi seringkali organisasi lebih banyak menyoroti masalh etika ini daripada pihak &#8211; pihak lainnya. Pelanggaran terhadap etika yang telah diterima secara umum merupakan masalah yang harus diwaspadai dalam organisasi. Bagi sebagian orang perilaku etis dalam organisasi tidak selalu penting. Charles Saxon, kartunis majalah The New Yorker, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=32&subd=aaipoel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Masalah etika selalu muncul dalam situasi yangmelibatkan orang lain, tetapi seringkali organisasi lebih banyak menyoroti masalh etika ini daripada pihak &#8211; pihak lainnya. Pelanggaran terhadap etika yang telah diterima secara umum merupakan masalah yang harus diwaspadai dalam organisasi. Bagi sebagian orang perilaku etis dalam organisasi tidak selalu penting. Charles Saxon, kartunis majalah The New Yorker, menerbitkan serial kartun bisnis berjudul “ kejujuran adalah salah satu kebijakan yang lebih baik”, Tampaknya Saxon berpendapat bahwa dikusi etika dalam organisasi bisnis diperlukan, dan mungkin bermanfaat bagi kita untuk mempelajari beberapa masalah etika dalam konteks pembuatan keputusan mengenai pekerjaan dalam organisasi. Bidang karier apapun yang anda putuskan untuk anda tekuni, pasti mencakup sejumlah dilemma dan paradoks mengenai etika kehidupan yang sesunguhnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan etika ? Sekelompok teoritis (Solomon &amp; Hanson, 1985) mengemukan bahwa etika berkaitan dengan pemikiran dan cara bersikap, pemikiran mengenai etika terdiri dari evaluasi masalah dan keputusan dalam arti bagaimana kedua hal ini memberi andil pada kemungkinan penigkatan seseorang seraya menghindari akibat yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Perilaku etis berhubungan dengan tindakan yang sesuai dengan keputusan yang relevan, yang sejalan dengan seperangkat pedoman yang menyangkut perolehan yang mungkin dan akibat yang merugikan orang lain.</p>
<p>Masalah etika dalam organisasi dapat dibagi dalam dua kategori :</p>
<p>1. yang menyangkut praktik &#8211; praktik organisasi di tempat kerja, dan</p>
<p>2. yang menyangkut keputusan perorangan</p>
<p><strong>Praktik &#8211; praktik Organisasi</strong></p>
<p>1. <em>Rasa hormat, martabat, dan kebebasan perorangan.</em> Masalah ini berhubungan  dengan cara organisasi memperlakukan anggotanya. Dari sudut pandang sebagian besar anggota oraganisasi, kepentingan organisasi didahulukan dan kepentingan anggota dijadikan yang paling akhir.</p>
<p>2. <em>Kebijakan dan praktik personel.</em> Masalah ini berkenaan dengan etika kepegawaian, pemberian gaji, kenaikan pangkat, pendisiplinan, pemberhinetian dan masalah pension anggota organisasi. Kewajiban umum organisasi adalah berlaku adil pada anggota organisasi yang prospektif disetiap jenjang karirnya.</p>
<p>3. <em>Keleluasaan (privacy) dan pengaruh terhadap keputusan pribadi.</em> Perjanjian eksplisit dan implicit antara pegawai dengan organisasi yang memperkerjakan mereka, memberi peluang kepada organisasi untuk memperhatikan faktor &#8211; faktor yang secara jelas mempengaruhi prestasi kerja pegawai. Namun masalah etika muncul bila organisasi menaruh perhatian khusus pada masalah kehidupan pribadi anggotanya yang tidak secara langsung mempengaruhi prestasi kerja mereka dalam organisasi, misalnya segala sesuatu yang terjadi selama cuti yang mungkin mempengaruhi citra organisasi, keikutsertaan dalam masalah &#8211; masalah public seperti kegiatan masyarakat dan organisasi pelayanan, kontribusi pada badan &#8211; badan amal, dan keterlibatan dalam kelompok kegiatan politik.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaipoel.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaipoel.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaipoel.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaipoel.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaipoel.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaipoel.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaipoel.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaipoel.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaipoel.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaipoel.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaipoel.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaipoel.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=32&subd=aaipoel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaipoel.wordpress.com/2007/12/16/masalah-etika-dalam-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00158907de4073e17b7edbc6f622d04f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aaipoel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEKNOLOGI INFORMASI DALAM ORGANISASI</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com/2007/07/04/teknologi-informasi-dalam-organisasi/</link>
		<comments>http://aaipoel.wordpress.com/2007/07/04/teknologi-informasi-dalam-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 07:50:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaipoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Kuliah Ilmu Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaipoel.wordpress.com/2007/07/04/teknologi-informasi-dalam-organisasi/</guid>
		<description><![CDATA[
          Komunikasi bermedia komputer dasa warsa ini memegang peranan sentral dalam transformasi organisasi, dan kini lagi-lagi sendi kehidupan manusia sangat dipermudah dengan adanya kemajuan teknologi tersebut. Pengaruh yang ditimbulkan amatlah besar terutama dalam tatanan suatu system organisasi. Teknologi komunikasi komputer, seperti surat elektronik (e-mail), video conferencing, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=26&subd=aaipoel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal" align="left"><font face="Times New Roman"><a href="http://aaipoel.files.wordpress.com/2007/07/untitled.jpg" title="untitled.jpg"></a></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><a href="http://aaipoel.files.wordpress.com/2007/07/untitled.jpg" title="untitled.jpg"><img src="http://aaipoel.files.wordpress.com/2007/07/untitled.jpg?w=160&#038;h=148" alt="untitled.jpg" style="width:121px;height:111px;" height="148" width="160" /></a>         <img src="http://aaipoel.wordpress.com/wp-admin/" align="texttop" border="0" height="1" width="1" /> </font><span style="font-family:Arial;">Komunikasi bermedia komputer dasa warsa ini memegang peranan sentral dalam transformasi organisasi, dan kini lagi-lagi sendi kehidupan manusia sangat dipermudah dengan adanya kemajuan teknologi tersebut. Pengaruh yang ditimbulkan amatlah besar terutama dalam tatanan suatu system organisasi. Teknologi komunikasi komputer, seperti surat elektronik (e-mail), video conferencing, voice messaging, faksimil dan papan bulletin komputer, dapat mengubah cara kita bekerja dan sekarang marilah kita lihat apa pengaruh fasillitas tersebut bagi organisasi.</span><span style="font-family:Arial;"><span>            </span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Penggunaan surat elektronik (e-mail) dan sejenisnya dalam tatanan organisasi dapat menghilangkan pesan berganda kepada orang yang kita tuju (orang yang sama) atau meniadakan waktu menunggu sampai pesan-pesan tersebut ada didalam kantornya atau tersedia sebelum anda bertanya maupun melayani mereka dengan informasi yang mereka perlukan. Dengan kata lain media baru ini dapat menerobos hierarki tradisional dan batas-batas departemen dengan mudah, mengganti proses-proses sebelumnya dengan pola-pola baru dan pengaruh yang menyertainya serta merta media baru ini mengubah organisasi secara mendasar. Masuk akal bila kemudian dikatakan bahwa dengan transformasi proses komunikasi manusia dan komunikasi organisasi, ada kemungkinan bagi organisasi untuk mengalami transformasi. </span><span style="font-family:Arial;">Fulk dan Steinfield (1990) menyatakan,”kenyataannya komunikasi efektif adalah komunikasi yang tujuan intinya memacu penerapan teknologi informasi dalam organisasi”. Asumsi ini harus diteliti secara cermat oleh teoritisi dan praktisi komunikasi organisasi. Karena dilain tempat ada beberapa pertanyaan yang mengusik, diantaranya adalah ; apakah teknologi komunikasi membantu organisasi berkomunikasi lebih efektif ?, dapatkah orang memperkirakan dan mungkin menjamin suatu peningkatan efisiensi dengan pemasangan video conferencing atau surat elektronik ?, atau dengan kata lain, apakah teknologi komunikasi baru “mempengaruhi” lebih efisien, lebih produktif, dan lebih responsive ?.</span><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Untuk menjawab persoalan diatas saya coba memaparkan sedikit gambaran suatu hal yang menjadi sifat utama dari surat elektronik atau computer adalah kemampuannya untuk mengatasi kendala-kendala ruang dan waktu. Selain itu, memberi kesempatan untuk mengubah jarak dan wilayah komunikasi seseorang, misalnya, laporan akhir bulan, rincian keuangan, dan pembauran pemasaran dapat dikirimkan dalam beberapa detik ke kantor yang berjarak geografis. Tentu hal ini menghapus penantian untuk yang disebut beberapa pegawai sebagai “pos siput” (snail mail) yang tampaknya menjadi lambat setiap saat. Selanjutnya, kelompok-kelompok orang dapat mengkoordinasikan pekerjaan dan kegiatan mereka berapapun jarak yang memisahkannya. </span><span style="font-family:Arial;"><span>            </span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span></span>Namun, Rice (1992) mengingatkan bahwa, disamping surat elektronik memberi kemampuan untuk melintasi batas-batas organisasi dan geografis, kesalingbergantungan tugas dan sumber daya dapat menjadi faktor penggangu. Kedua hal ini dengan mudah dapat membatasi, mengubah dan/atau mengurangi motivasi untuk berubah. Misalnya bila tugas dua pegawai saling bergantung, mereka mungkin memilih tidak menggunakan surat elektronik untuk membuat “kontak” baru karena mereka telah terkait erat dalam “hubungan kerja yang berlangsung. </span><span style="font-family:Arial;"><span>          </span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dalam penelitian lainnya C.B Johnson (1992) menemukan bahwa surat elektronik tidak secara nyata mengubah jarak dan arah komunikasi dalam suatu perusahaan utilitas local. Mengapa ini terjadi ? hal ini dapat berkaitan dengan kesaling bergantungan tugas dan sumber daya yang diperlukan, atau sanksi administrative yang tegas terhadap penggunaan surat elektronik untuk keperluan pribadi. </span><span style="font-family:Arial;">Dengan perkataan lain, kita tidak dapat mengasumsikan bahwa pelaksanaan pos elektronik akan mengubah struktur organisasi. Ada beberapa faktor lain yang harus dipertimbangkan seperti budaya, norma dan siapa perlu bekerja dengan siapa. Hal ini menekankan pentingnya konstruksi sosial media yang digunakan dan bergerak menjauh dari determinisme teknologis. </span><span style="font-family:Arial;"><span>            </span>Banyak kisah kegagalan maupun keberhasilan dalam organisasi ketika media komunikasi baru seperti surat elektronik diperkenalkan. Keberhasilan bergantung pada banyak faktor. Kita harus mempertimbangkan bagaimana interaksi para pegawai, persepsi dan sikap mereka terhadap medium baru, selain dari apa yang dapat dilakukan oleh medium itu sendiri. Suatu pemahaman mengenai setiap teknologi komunikasi baru dan khususnya medium baru seperti surat elektronik, harus mencakup, penggunaan dan persepsi pegawai terhadap hal tersebut. Tidak ada jalan lain untuk memahami penyebarannya dalam organisasi. Tidak dapat disangkal, ada penggunaan rasional untuk surat elektronik atau setiap teknologi komunikasi baru lainya sebagai peralatan tambahan untuk organisasi, tetapi pegawai menciptakan dan mulai memahami organisasi dan perangkat tersebut ketika mereka berinteraksi dan bekerja bersama-sama.</span><span style="font-family:Arial;"><span>            </span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span></span>Akhirnya setiap orang yang tertarik pada wilayah dan isu-isu lain disekitar media komunikasi baru dan organisasi, harus melihat pada teknologi keputusan kelompok yang didukung komputer, pemrosesan informasi dan hubungannya dengan rancangan organisasi, kesempatan baru bagi komunikasi organisasi, dan analisis jaringan komunikasi.<span>                                                                        </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaipoel.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaipoel.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaipoel.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaipoel.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaipoel.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaipoel.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaipoel.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaipoel.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaipoel.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaipoel.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaipoel.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaipoel.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=26&subd=aaipoel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaipoel.wordpress.com/2007/07/04/teknologi-informasi-dalam-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00158907de4073e17b7edbc6f622d04f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aaipoel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aaipoel.files.wordpress.com/2007/07/untitled.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">untitled.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aaipoel.wordpress.com/wp-admin/" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ORANG KECIL BICARA POLITIK</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/14/orang-kecil-bicara-politik/</link>
		<comments>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/14/orang-kecil-bicara-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 11:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaipoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng-Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/14/orang-kecil-bicara-politik/</guid>
		<description><![CDATA[Babak 1.
Seperti biasa, pagi – pagi sebelum mulai bekerja, aku menyeruput segelas kopi diwarung si gondrong yang letaknya tidak jauh dari tempatku bekerja. Tidak seperti biasa pagi itu keadaan tampak ramai, ada pak tua satpam dari Ruko seberang, sopir mobil box yang mobilnya diparkir persis didepan warung, bang kumis sang ojeker yang kerjaannya memang mengojek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=23&subd=aaipoel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Babak 1.<br />
Seperti biasa, pagi – pagi sebelum mulai bekerja, aku menyeruput segelas kopi diwarung si gondrong yang letaknya tidak jauh dari tempatku bekerja. Tidak seperti biasa pagi itu keadaan tampak ramai, ada pak tua satpam dari Ruko seberang, sopir mobil box yang mobilnya diparkir persis didepan warung, bang kumis sang ojeker yang kerjaannya memang mengojek dan mangkal setiap harinya disini, karyawan bengkel bubut yang asyik membaca Koran, serta satu orang gadis berjilbab yang gue sendiri tidak tahu namanya, namun ia kerap muncul diwarung gondrong ini. Tidak ketinggalan bos pemilik toko sebelah yang doyan gaul kalau di warung ini tampak ramai, juga tanpa terkecuali si pemilik warung yang sibuk menyeduhkan kopi dari permintaan pembeli.<br />
Sambil menyeruput kopi, terdengar obrolan seputar pilkada besok dari pembicaraan antara satpam dan bang kumis. “eh,,Mis menurut loh yang pantas mimpin Jakarta nanti siapa ?&#8221; (tanya satpam). Ah kalo gue bilang sih mending Jakarta kaga ada Gubernurnya aja Beh .. ! (celetuk Bang kumis sekenanya). Gile kali lo ye &#8230; ! si Gondrong menyahut. Yeee bener Drong lo pikir aja ada Gubernur atawa kaga ada Gubernur Jakarta tetep aja Banjir, macet, dan gua juga tetep ngojek, kecuali kalo ada Gubernur lantas gue naik pangkat jadi manejer perusahaan baru deh tuh Gubernur berguna,,, ! balas Bang Kumis seenaknya aja. Beh orang geblek ditanya&#8230;,rugi kaga ada untungnya sama aja nanya ama puun&#8221; gak ketinggalan karyawan bubut ikutan menyahut. Sambil gedek kepala bos Ahong memberikan penjelasan ame si Babeh Satpam. Gini Beh kalo menurut gue sih si Kumis bener karena kalo dipikir siapapun Gubernurnya Jakarta tidak akan merubah nasib die, sebab emang die sendiri yang kaga mau merubah nasibnya, coba Babeh pikir kalo yang menang nanti Fauzi Bowo ataw Adang Dorajatun, gimana dia mau kaga memperhatiin rakyat kecil, buka lapangan kerja baru atau malah nanti die lupa ama janji-janji kampanye nya, ah itu cerita lama, yaa kan beh,&#8230;! Iya juga sih,&#8230;! Bowo ama Adang sama aja&#8230;! pikir Babeh. Coba deh Beh liat di Koran ada ga yang beritain kejelekan die,,, pinta bos Ahong. “Ada bos” ,lagi gondrong nyahut..!.Dimane Drong tanya babeh. nii disini, malah lagi ngopi, die kan jelek bos&#8230;! sambil nunjukin ke gue. Jaka sembung bawa golok, kaga nyambung goblok,,,! Bela si Kumis. He he &#8230; Drong Bang kumis belain gue dong, kaciaan deh luh !. ada maunya tuh&#8230;” (kata gondrong).<br />
Nah lo kan mahasiswa neh&#8230;.” teriak si Babeh yang bikin gue kaget. Emang kenapa Beh..! tanya gue . Lo tau kaga politik Indonesia kaya bagaimana&#8230;.?”. tanya babeh rasa pengen tahu. Aduh babeh nanya apa ngetes neh&#8230;.”sambil mikir coba buat keterangan pada babeh. Babeh kan udah banyak makan garam neh ( diselingi tawa gondrong teriak, bukan makan garam lagi poel, makan orang juga die pernah), yaa terus..biar aja, anjing mengonggong si gondrong tetap merongrong “ pinta babeh sambil mengangkat kedua tangannya setinggi perut. Begini Beh menurut saya Indonesia sekarang sudah beda waktu jamannya pak Harto, dulu orang ga berani ngomong sembarangan apalagi ngomongin politik sekarang ini, pasti dong babeh tau akibatnya kaya Iwan Fals yang dipenjarain gara-gara lagunya itu, Jojon juga yang katanya menghina presiden, coba deh Babeh perhatiin sekarang, era reformasi jamannya SBY orang ramai-ramai bebas bicara apa aja, apalagi Koran, televisi, radio sampe si gondrong, mereka sepertinya tau dan peduli ama politik kita. Sampe-sampe yang diomonginnya kebablasan, gak tau sebetulnya yang diomongin itu siapa dan apa, pokoknya bisa menjual dan mendapat keuntungan. Dari situ mereka mendapatkan keuntungan sendiri, nggak peduli sipa dibawah dan siapa diatas, yang penting gue kenyang. Mereka buat aturan sendiri untuk kebutuhan kelompoknya, bukan untuk kebutuhan bersama apalagi untuk kebutuhan kita, jauh banget Beh, masih jauh untuk itu. Gitu deh Beh kira-kira politik kita sekarang. Selesai bicara botak karyawan bubut pamitan ninggalin warung, “Drong gue kerja dulu, kopi satu, roti satu, rokok Super setengah, ok &#8230;.! catat aja dulu. Dah ngomongin politik gue males&#8230;” Beh duluan yah&#8230;! Sambil melambaikan tangan si botak ngeloyor pergi. Itu politik praktis namanya poel&#8230;.” celetuk Bos Ahong melanjutkan pembicaraan. Praktis bagaimana bos,,,”. Tanya gondrong mohon penjelasan. “Praktis Drong, maksudnya punya uang punya kuasa, tau dong berapa mereka keluarkan uang supaya dipilih. Praktis setelah dipilih mereka sudah mikir uang yang dikeluarin segini, biaya untuk ini segini, biaya untuk itu segini, yaa jadi yang dipikirin dulu modal harus balik, gue harus buat ini untuk ini, gue buat itu yaaah untuk ini, gitu loh. Dan politik itu sebenarnya luas lagi, bukan sekedar masalah pilakada, pemilu, parpol ataupun masalah MPR DPR doang, tapi politk sekarang sudah banyak diartiin sebagai cara kita bagaimana menanamkan pengaruhnya kepada orang lain, agar orang lain tersebut mau turut dengan kita. Intinya adalah yang diperdebatkan masalah kekuasaan “, sekilas Bos Ahong menambahkan.</p>
<p>( bersambung ).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaipoel.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaipoel.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaipoel.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaipoel.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaipoel.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaipoel.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaipoel.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaipoel.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaipoel.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaipoel.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaipoel.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaipoel.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=23&subd=aaipoel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/14/orang-kecil-bicara-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00158907de4073e17b7edbc6f622d04f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aaipoel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blog Sebagai Media Komunikasi Politik Baru</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/14/blog-sebagai-media-komunikasi-politik-baru/</link>
		<comments>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/14/blog-sebagai-media-komunikasi-politik-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 11:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaipoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Kuliah Ilmu Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/14/blog-sebagai-media-komunikasi-politik-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam fenomena politik mutakhir, menurut Deddy N Hidayat, pers telah menjelma menjadi media driven politics. Dalam arti, setiap momentum politik mustahil menafikan kehadiran pers. Terpilihnya SBY-Kalla sebagai pasangan Presiden/Wakil Presiden dalam Pemilu 2004, diyakini tidak terlepas dari politik pencitraan pers, khususnya media elektronik televisi. Pers waktu itu mencitrakan SBY-Kalla sebagai tokoh yang pro perubahan, sementara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=22&subd=aaipoel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam fenomena politik mutakhir, menurut Deddy N Hidayat, pers telah menjelma menjadi media driven politics. Dalam arti, setiap momentum politik mustahil menafikan kehadiran pers. Terpilihnya SBY-Kalla sebagai pasangan Presiden/Wakil Presiden dalam Pemilu 2004, diyakini tidak terlepas dari politik pencitraan pers, khususnya media elektronik televisi. Pers waktu itu mencitrakan SBY-Kalla sebagai tokoh yang pro perubahan, sementara lawan politik utama mereka, Megawati – Hasyim Muszadi dicitrakan sebagai pasangan yang anti perubahan.. Dalam fungsinya sebagai media driven politics, pers menjalankan fungsi penghubung antara elit politik dengan warga. Sebuah fungsi yang dulunya dominan dilakukan oleh partai atau pun kelompok-kelompok politik tertentu. Dalam banyak hal, fungsi  penghubung tersebut semakin banyak yang diambil alih pers. Proses memproduksi dan mereproduksi berbagai sumber daya politik, seperti menghimpun dan mempertahankan dukungan masyarakat dalam pemilu, memobilisasi dukungan publik terhadap suatu kebijakan, merekayasa citra kinerja sang kandidat, dan sebagainya, banyak dijembatani, atau bahkan dikemudikan oleh kepentingan dan kaidah-kaidah yang berlaku di pasar industri media (Deddy N Hidayat: 2004).Upaya elit politik membangun posisitioning lewat pers memang sah-sah saja dilakukan. Pertama karena fenomena massa mengambang belum sepenuhnya diselesaikan oleh elit politik. Akibatnya banyak elit politik yang berpaling ke media, karena media bisa “mendekatkan” mereka, sekaligus membangun citra tertentu seperti yang diinginkan ke tengah masyarakat.  Kedua, dalam memperebutkan sumber daya politik, pers juga “dipakai”, dalam arti dijadikan saluran kepentingan untuk memobilisasi opini.   Pertanyaannya, politik pencitraan seperti apa yang digunakan elit politik dalam memperebutkan sumberdaya politik lewat media massa, dan bagaimana media harus bersikap dalam hal ini, serta bagaimana peranan blog dewasa ini pada perkembangan komunikasi.<br />
Di zaman dimana ilmu saling silang bersilang, lintas batas, zamanlah yang menentukan  apakah Komunikasi Politik sebagai bagian dari ilmu pengetahuan bisa bertahan sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan kemanusiaan dan pencarian kebenaran, bukan dalam sebuah jendela dari sekian banyak jendela untuk melihat suatu realitas fisik yang tunggal, tetapi dalam sebuah  dunia yang egaliter dan pluralitas yang rendah hati. Ketika media massa menjadi “hak milik” sekelompok kecil orang yang menjadi elit maka internet menjadi media paling efektif menyebarluaskan gagasan yang dimiliki.<br />
Internet menjadi media efektif bagi sebuah kelompok untuk menyebarkan paham yang minoritas,  karena internet  memiliki sifat yang bebas ruang dan waktu. Melalui internet kita dapat menyebarkan gagasan tanpa dipengaruhi oleh masalah tempat dan masalah waktu. Jika kita menjelajahi internet kitapun akan menemukan segalanya di sana, mulai dari yang religius hingga yang berbau pornografi. Dengan makin banyaknya orang yang menjelajah internet maka semakin banyaklah orang yang terampil berbicara secara lugas hingga bicara yang menutupi jati diri orang seorang. Ada banyak fasilitas diinternet yang dapat dijadikan sarana bertukar informasi, gagasan, hingga hal-hal sepribadi mungkin yang seharusnya orang tak perlu tahu tentang kepribadiaan kita. Seperti contohnya website dan blog.<br />
Kedua hal tersebut hampir sama dimana kita dapat menyebarkan gagasan dengan kontrol mengenai isi sepenuhnya ada pada diri kita.Berbeda dengan media massa, dimana gagasan yang kita sampaikan terkena sensor dari redaksi media. Blog merupakan salah satu media baru yang berkembang era tahun 2000an. Blog dianggap sebagai media komunikasi alternatif karena masih gratis sehingga siapapun dapat memiliki blog. Melalui blog maka setiap individu atau kelompok dapat menyebarkan gagasan. Blog membuat setiap orang menjadi wartawan karena dapat menyajikan apa yang mereka ketahui dan yang mereka alami tanpa batas kendali maupun sensor, serta blog dapat dijadikan media informasi alternatif di luar media massa. Jika media massa masih terikat tata krama atau kode etik jurnalistik, maka blog terlepas dari hal demikian. Lebih dari itu dengan blogpun kita dapat mengetahui informasi tentang kejadian di sebuah negara. Tak jarang Media massa pun terkadang menjadikan blog sebagai sumber berita.<br />
(bersambung)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaipoel.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaipoel.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaipoel.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaipoel.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaipoel.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaipoel.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaipoel.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaipoel.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaipoel.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaipoel.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaipoel.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaipoel.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=22&subd=aaipoel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/14/blog-sebagai-media-komunikasi-politik-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00158907de4073e17b7edbc6f622d04f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aaipoel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>one for all</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/11/19/</link>
		<comments>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/11/19/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2007 10:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaipoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[fotoblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/11/19/</guid>
		<description><![CDATA[

Disini aku dapatkan perjalanan yang menarik dalam pencarian jati diri. bersama mereka aku temukan arti sebuah kebersamaan.
Sahabat-sahabat terbaik adalah mereka yang tidak meninggalkan kita dalam sebuah kesulitan, dan sahabat-sahabat terbaik adalah mereka yang hingga kini menjadi suatu motivasi dalam mengarugni hidup
&#160;
&#160;

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=19&subd=aaipoel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://aaipoel.files.wordpress.com/2007/06/at-salak-mount.jpg"></a><a href="http://aaipoel.files.wordpress.com/2007/06/at-salak-mount.jpg"></a><a href="http://aaipoel.files.wordpress.com/2007/06/at-salak-mount.jpg"></a><a href="http://aaipoel.files.wordpress.com/2007/06/at-salak-mount.jpg"></p>
<p style="text-align:center;"><img width="273" src="http://aaipoel.files.wordpress.com/2007/06/at-salak-mount.jpg?w=273&#038;h=149" height="149" /></p>
<p align="left" style="text-align:center;">Disini aku dapatkan perjalanan yang menarik dalam pencarian jati diri. bersama mereka aku temukan arti sebuah kebersamaan.</p>
<p align="left" style="text-align:center;">Sahabat-sahabat terbaik adalah mereka yang tidak meninggalkan kita dalam sebuah kesulitan, dan sahabat-sahabat terbaik adalah mereka yang hingga kini menjadi suatu motivasi dalam mengarugni hidup</p>
<p align="left" style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p align="left" style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaipoel.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaipoel.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaipoel.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaipoel.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaipoel.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaipoel.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaipoel.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaipoel.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaipoel.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaipoel.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaipoel.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaipoel.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=19&subd=aaipoel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/11/19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00158907de4073e17b7edbc6f622d04f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aaipoel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aaipoel.files.wordpress.com/2007/06/at-salak-mount.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pengukuran Sikap Dalam Opini Publik</title>
		<link>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/07/pengukuran-sikap-dalam-opini-publik/</link>
		<comments>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/07/pengukuran-sikap-dalam-opini-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2007 16:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaipoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Kuliah Ilmu Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/07/pengukuran-sikap-dalam-opini-publik/</guid>
		<description><![CDATA[BAB. I
PENDAHULUAN
Menurut Cultip dan Center dalam sastropoetro (1987), opini adalah suatu ekspresi tentang sikap mengenai suatu masalah yang bersifat kontroversial. Opini timbul sebagai hasil pembicaraan tentang masalah yang kontroversial, yang menimbulkan pendapat yang berbeda-beda. Dimana opini tersebut berasal dari opini-opini individual yang diungkapkan oleh para anggota sebuah kelompok yang pandangannya bergantung pada pengaruh-pengaruh yang dilancarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=13&subd=aaipoel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;line-height:150%;widows:0;orphans:0;" class="western" align="center"><font size="4"><strong>BAB. I</strong></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;widows:0;orphans:0;" class="western" align="center"><strong><font size="4">PENDAHULUAN</font></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.04in;text-indent:0.48in;line-height:150%;widows:0;orphans:0;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Menurut Cultip dan Center dalam sastropoetro (1987), opini adalah suatu ekspresi tentang sikap mengenai suatu masalah yang bersifat kontroversial. Opini timbul sebagai hasil pembicaraan tentang masalah yang kontroversial, yang menimbulkan pendapat yang berbeda-beda. Dimana opini tersebut berasal dari opini-opini individual yang diungkapkan oleh para anggota sebuah kelompok yang pandangannya bergantung pada pengaruh-pengaruh yang dilancarkan kelompok itu.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.04in;text-indent:0.48in;line-height:150%;widows:0;orphans:0;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Opini-opini individual tersebut kemudian dikenal dengan istilah opini publik. Karena Opini Publik terbentuk dari intregasi “personal opinion” banyak orang, maka Opini Publik cenderung telah bermukim pada suatu masyarakat yang melembaga, yang telah lengkap dengan mekanisme kepemimpinan maupun pengawasan komunikasi. Dengan kata lain Opini dan Opini Publik dilihat oleh Bogardus secara lembaga sentries dan liberal. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.04in;text-indent:0.48in;line-height:150%;widows:0;orphans:0;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Auguste Comte, yang mendapat julukan sebagai bapak Sosiologi juga menaruh perhatian yang besar terhadap Opini Publik, kendati lebih memberikan arti dalam bentuk peranannya. Ia berpendapat, bahwa hari depan Negara dengan peningkatan pengaruh akan merupakan ajang dari Opini Publik. Dengan kata lain, bahwa tingkah laku kehidupan kenegaraan akan sangat dipengaruhi oleh tingkah laku Opini Publik. Hal yang dihubungkan dengan Albig, yang mengemukakan , bahwa opini adalah “tingkah laku”. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.04in;text-indent:0.48in;line-height:150%;widows:0;orphans:0;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Masih banyak ahli ilmu-ilmu sosial yang memberikan batasan pengertian terhadap Opini Publik. Beberapa ahli yang mengkhususkan studi dibidang tersebut antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:</font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.04in;text-indent:0.48in;line-height:150%;widows:0;orphans:0;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Leonard W. Doob yang sering dikutip oleh para ahli, mengemukakan :</font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.51in;line-height:150%;widows:0;orphans:0;" class="western" align="justify">“<font face="Arial, sans-serif">..Publik opinion refrs to people’s attitudes on an issue when they are members of the same sosial group”.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.51in;line-height:150%;widows:0;orphans:0;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Doob disini memberi tekanan kepada sikap (“attitude”) sebagai sesuatu yang bernilai psikologis terhadap sesuatu isyu, manakala mereka (dalam arti “people”) menjadi anggota dari kelompok sosial yang sama. Lalu Doob mempertanyakan, kelompok mana yang terlibat, isyu yang mana yang terlibat dan mengapa masyarakat memberi respon terhadap isyu tersebut.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:0.51in;line-height:150%;widows:0;orphans:0;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Secara histories istilah sikap (attitude) digunakan pertama kali oleh Herbert Spencer tahun 1862 yang pada saat itu diartikan olehnya sebagai status mental seseorang. Dimasa-masa awal itu pula penggunaan konsep sikap sering dikaitkan dengan konsep mengenai postur fisik atau posisi tubuh seseorang ( Wrigtsman &amp; Deaux, 1981, dalam azwar 1995 ). Sikap dapat diekspresikan dengan berbagai cara, dengan kata-kata yang berbeda. Sejak akhir tahun 1920 dan awal tahun 1930 metode-metode – pengukuran tingkah laku telah berkembang dan digunakan sampai sekarang, dan beberapa metode baru telah diciptakan.</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Sikap dapat didefinisikan dalam banyak versi. Menurut Azwar (1995) sikap dapat dikategorikan ke dalam tiga orientasi pemikiran, yaitu: yang berorientasi pada respon, yang berorientasi pada kesiapan respon, dan yang berorientasi pada skema triadic. (mengenai pembahasan sikap akan dibahas pada bagian selanjutnya).</font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Sebagai landasan utama dari pengukuran sikap adalah pendefinisian sikap terhadap suatu objek. dimana sikap terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak (<em>favorable</em>) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (<em>unfavorable</em>) terhadap objek tersebut (Mar&#8217;at 1984). Menurut Azwar (1995) dalam penyusunan pengukuran sikap sebagai instrumen pengungkapan sikap individu maupun sikap kelompok ternyata bukanlah sesuatu hal yang mudah. Kendatipun sudah melalui prosedur dan langkah-langkah yang sesuai dengan kriteria, suatu pengukuran sikap ternyata masih tetap memiliki kelemahan, sehingga tujuan pengungkapan sikap yang diinginkan tidak seluruhnya dapat tercapai. Oleh karena itu dalam penyusunan pengukuran sikap beberapa hal yang perlu dikuasai sebelum sampai pada tabel spesifikasi adalah pengertian dan komponen sikap dan pengetahuan mengenai objek sikap yang hendak diukur.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="center"><font face="Arial, sans-serif"><font size="4"><strong>BAB. II</strong></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="center"><font face="Arial, sans-serif"><font size="4"><strong>PENGUKURAN SIKAP OPINI PUBLIK</strong></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="left"><strong><font face="Arial, sans-serif">DEFINISI DAN KOMPONEN SIKAP</font></strong></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Pada bagian sebelumnya sedikit telah disinggung mengenai definisi sikap, yakni menurut “Spencer “sikap diartikan sebagai status mental seseorang. Dan Sikap dapat diekspresikan dengan berbagai cara, dengan kata-kata yang berbeda dan tingkat intensitas yang berbeda. Sementara menurut Azwar (1995) sikap dapat dikategorikan ke dalam tiga orientasi pemikiran, yaitu: yang berorientasi pada respon, yang berorientasi pada kesiapan respon, dan yang berorientasi pada skema triadik.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Pertama, yang berorientasi pada respon. Orientasi ini diwakili oleh para ahli seperti Louis Thurstone, Rensis Likert, dan Charles Osgood. Dalam pandangan mereka, sikap adalah suatu bentuk atau reaksi perasaan. Secara lebih operasional sikap terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable) terhadap objek tersebut (Berkowitz dalam Azwar 1995).</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Kedua, yang berorientasi pada kesiapan respon. Orientasi ini diwakili oleh para ahli seperti Chave, Bogardus, LaPierre, Mead, dan Allport. Konsepsi yang mereka ajukan ternyata lebih kompleks. Menurut pandangan orientasi ini, sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek dengan cara-cara tertentu. Kesiapan ini berarti kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu apabila individu dihadapkan kepada suatu stimulus yang menghendaki adanya respons. Sikap oleh LaPierre (dalam Azwar 1995) dikatakan sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial; atau secara sederhana sikap adalah respons terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Ketiga, yang berorientasi pada skema triadik. Menurut pandangan orientasi ini, sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan, dan berperilaku terhadap suatu objek. Secord dan Backman (dalam Azwar 1995) mendefinisikan sikap sebagai keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi), dan predisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek lingkungan sekitarnya.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Menurut Azwar, di kalangan ahli psikologi sosial dewasa ini terdapat dua pendekatan dalam mengklasifikasikan sikap. Yang pertama adalah yang memandang sikap sebagai kombinasi reaksi antara afektif, prilaku, dan kognitif terhadap suatu objek. Pendekatan pertama ini sama dengan pendekatan skema triadik, yang kemudian disebut juga dengan pendekatan tricomponent.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Yang kedua adalah yang meragukan adanya konsistensi antara ketiga komponen sikap di dalam membentuk sikap. Oleh karena itu pendekatan ini hanya memandang perlu membatasi konsep dengan komponen afektif saja.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Menurut Mar’at (1984) ketiga komponen dalam sikap masih dapat dijabarkan lagi sebagai berikut:</font></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Komponen kognitif, berhubungan dengan: belief (kepercayaan atau keyakinan), ide, dan konsep. </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Komponen afektif, yang berhubungan dengan kehidupan emosional seseorang </font></p>
</li>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Komponen konatif, yang merupakan kecenderungan bertingkah laku. </font></p>
</li>
</ol>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Di lain pihak, Mann (dalam Azwar 1995) juga mencoba menjabarkan ketiga komponen sikap menjadi:</font></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Komponen kognitif berisikan persepsi, kepercayaan, dan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu. Seringkali komponen ini dapat disamakan dengan pandangan (opini), terutama apabila menyangkut masalah isu atau problem yang kontroversial. </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Komponen afektif merupakan perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi. Masalah emosional inilah yang biasanya berakar paling bertahan terhadap pengaruh-pengaruh yang mungkin akan mengubah sikap seseorang </font></p>
</li>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Komponen konatif berisikan kecenderungan untuk bertindak atau untuk bereaksi terhadap sesuatu dengan cara-cara tertentu. </font></p>
</li>
</ol>
<ol>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><strong>TIPE PERTANYAAN SIKAP (TYPE OF ATTITUDE QUESTION)</strong></font></p>
</li>
</ol>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Pertanyaan sikap (attitude qouestion) adalah rangkaian kalimat yang mengatakan sesuatu mengenai objek sikap yang hendak diungkap.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Pertanyaan sikap apabila ditulis dengan mengikuti kaidah penulisan yang benar, setelah melalui prosedur penskalaan (scaling) dan seleksi item, akan menjadi isi suatu skala.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Suatu pertanyaan sikap dapat berisikan hal-hal yang positif mengenai objek sikap, yaitu kalimatnya bersifat mendukung atau memihak pada objek sikap. Pertanyaan seperti ini disebut sebagai pertanyaan yang favorable. </font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh pertanyaan favorable adalah &#8220;Merokok dalam bis merupakan hak azasi setiap orang&#8221;.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Kalimat ini jelas mendukung atau memihak pada perilaku merokok di dalam bis karena bila dilihat dari sudut perilaku merokoknya sebagai objek sikap, pertanyaan ini mengatakan hal yang positif.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Sebaliknya, pertanyaan sikap mungkin pula berisi hal-hal yang negatif mengenai objek sikap, yaitu yang bersifat tidak mendukung ataupun kontra terhadap objek sikap yang akan diungkap. Pertanyaan seperti ini disebut sebagai pertanyaan sikap yang bersifat unfavorable.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Suatu skala sikap sedapat mungkin diusahakan agar terdiri atas pertanyaan favorable dan pertanyaan unfavorable dalam jumlah yang kurang lebih seimbang. Dengan demikian pertanyaan yang disajikan tidak semua positif atau semua negatif yang dapat mendatangkan kesan seakan-akan isi skala yang bersangkutan seluruhnya memihak atau sebaliknya seluruhnya tidak mendukung objek sikap. Variasi pertanyaan favorable dan unfavorable akan membuat responden memikirkan lebih hati-hati isi pertanyaannya sebelum memberikan respons sehingga stereotipe responden dalam menjawab dapat dihindari (Azwar 1995).</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Edwards (dalam Azwar 1995) telah meramu berbagai saran dan petunjuk dari para ahli menjadi semacam pedoman penulisan pertanyaan yang disebutnya sebagai kriteria informal penulisan pertanyaan sikap. Kriteria termaksud, antara lain adalah sebagai berikut : Jangan menulis pertanyaan yang membicarakan mengenai kejadian yang telah lewat kecuali kalau objek sikapnya berkaitan dengan masa lalu. </font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh : (objek sikap politik bebas aktif)</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">&#8220;Pemutusan hubungan diplomatik dengan Malaysia masa Presiden Sukarno merupakan tindakan yang tepat”.</font></p>
<h2 class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="3">Meminta responden menjawab mengenai masalah yang telah lama terjadi seringkali tidak ada relevansi dan kepentingannya dengan sikap masa kini. Apalagi bila disadari bahwa mengetahui sikap sekarang mengenai hal yang telah berlalu merupakan hal yang tidak banyak gunanya. Sikap bukan merupakan aspek psikologis yang stabil untuk waktu yang lama. Interaksi manusia dengan lingkungan dimana ia berada sekarang sangat potensial untuk mengubah sikapnya terhadap sesuatu. Karena itu, pengukuran sikap hampir selalu ditujukan untuk mengungkap sikap terhadap objek psikologis masa sekarang. </font></font></h2>
<h2 class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><font size="3">Selengkapnya kaidah penulisan pertanyaan dapat dilihat berikut ini,</font></font></h2>
<p style="margin-bottom:0;" class="western"><font face="Arial, sans-serif">        1. Jangan menulis pertanyaan yang berupa fakta atau dapat ditafsirkan sebagai fakta. </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh: (objek sikap &#8211; program Keluarga Berencana)</font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">&#8220;Keluarga berencana adalah program pemerintah&#8221;</font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Suatu pertanyaan seperti contoh di atas adalah pertanyaan yang berisi fakta atau kenyataan. Lepas dari setuju atau tidak setuju terhadap program keluarga berencana, setiap orang yang tahu tentu akan memberikan jawaban favorable terhadap pertanyaan seperti itu. Dengan demikian apa yang terungkap bukanlah sikap terhadap sesuatu objek melainkan pengetahuannya mengenai objek tersebut. Pertanyaan yang berisi fakta tidak akan dapat memberikan informasi kepada kita mengenai bagaimana sikap responden yang sebenarnya. </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">2. Jangan menulis pertanyaan yang dapat menimbulkan lebih dari satu penafsiran. </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh : (objek sikap &#8211; program keluarga berencana)</font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">&#8220;Hari libur keluarga berencana perlu diadakan&#8221;</font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Pertanyaan seperti di atas akan menimbulkan penafsiran yang berbeda bagi responden. Akibatnya dapat menimbulkan respon yang tidak sejalan dengan isi pertanyaan seperti dimaksudkan oleh penyusun skala. Apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan hari libur keluarga berencana? Apabila yang dimaksudkan adalah hari libur nasional untuk memperingati kelurga berencana, maka pertanyaan itu adalah favorable dan akan memancing jawaban &#8220;setuju&#8221; dari responden yang sikapnya positif terhadap keluarga berencana. Akan tetapi, apabila responden menafsirkan hari libur keluarga berencana sebagai hari libur dimana para peserta program keluarga berencana boleh melupakan atau tidak menggunakan alat kontrasepsi dan meliburkan cara-cara pengaturan kehamilan, maka pertanyaan itu menjadi yang unfavorable. Akibatnya, responden yang mempunyai sikap positif terhadap keluarga berencana tentu akan tidak setuju terhadap pertanyaan tersebut. </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">3. Jangan menulis pertanyaan yang tidak relevan dengan objek psikologisnya. </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh : (objek sikap &#8211; universitas terbuka) </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">&#8220;Daya tampung universitas yang ada di Indonesia perlu segera ditingkatkan&#8221; </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Sekilas pertanyaan ini berkaitan dengan masalah tidak tertampungnya sebagian besar calon mahasiswa di perguruan tinggi yang ada, yang menjadi salah satu alasan dibukanya program universitas terbuka. Akan tetapi, karena berdiri sendiri pertanyaan itu tidak mempunyai kaitan apapun dengan universitas terbuka yang dijadikan objek sikap. Apakah responden menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap isi pertanyaan tersebut, tidaklah dapat dijadikan petunjuk mengenai sikapnya terhadap universitas terbuka. Responden yang menyatakan setuju bahwa daya tampung perguruan tinggi sangat rendah dan karenanya perlu ditingkatkan, belum tentu akan juga setuju terhadap keberadaan universitas terbuka. </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">4. Jangan menulis pertanyaan yang sangat besar kemungkinannya akan disetujui oleh hampir semua orang atau bahkan hampir tak seorangpun yang akan menyetujuinya. </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh : </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">&#8220;Setiap orang harus memperoleh makanan yang layak&#8221; </font></p>
<p style="margin-left:0.36in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Pertanyaan ini akan hampir dapat dipastikan disetujui oleh semua orang. Apabila hampir ke semua orang setuju terhadap suatu pertanyaan, maka pertanyaan tersebut tidak ada artinya dalam mengungkap sikap. </font></p>
<p style="margin-left:0.49in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh : </font></p>
<p style="margin-left:0.49in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">&#8220;Segala bentuk pelanggaran lalu-lintas harus dikenai hukuman penjara&#8221; </font></p>
<p style="margin-left:0.49in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Pertanyaan seperti ini, yang dimaksudkan sebagai pengungkap sikap terhadap peraturan lalu-lintas, sangat boleh jadi tidak akan ada yang menyetujuinya. Sekalipun bagi mereka yang mempunyai sikap positif terhadap hukuman pelanggaran lalulintas, tetap akan mempertimbangkan bentuk pelanggarannya lebih dahulu baru dapat menyetujui atau tidak menyetujui diterapkannya hukuman penjara. Pertanyaan demikian ini juga tidak membantu pengukuran sikap manusia. </font></p>
<p style="margin-left:0.49in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">5. Pilihlah pertanyaan-pertanyaan yang diperkirakan akan mencakup keseluruhan  liputan skala afektif yang diinginkan. </font></p>
<p style="margin-left:0.29in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Masing-masing pertanyaan mempunyai derajat afektif yang berbeda-beda. Ada pertanyaan yang punya derajat afektif yang dalam sehingga dapat mengungkap intensitas sikap yang dalam pula, ada pertanyaan yang punya derajat afektif yang dangkal sehingga hanya dapat mengungkap intensitas yang tidak terlalu dalam. Umumnya hal ini dapat dilihat dari derajat favorablenya suatu pertanyaan.Untuk skala sikap secara keseluruhan hendaknya terdiri atas berbagai derajat afektif yang bertingkat sehigga ada pertanyaannya yang dapat mengungkap intensitas sikap yang dalam dan ada pertanyaannya yang dibuat hanya untuk mengungkap intensitas sikap yang sederhana. Dengan demikian akan diperoleh liputan derajat efektif dalam rentang yang luas. </font></p>
<p style="margin-left:0.29in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">6. Usahakan agar setiap pertanyaan ditulis dalam bahasa yang sederhana, jelas, dan langsung. Jangan menuliskan pertanyaan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang rumit. </font></p>
<p style="margin-left:0.29in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">7. Setiap pertanyaan hendaknya ditulis ringkas dengan menghindari kata-kata yang tidak diperlukan dan yang tidak akan memperjelas isi pertanyaan. </font></p>
<p style="margin-left:0.29in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">8.  Setiap pertanyaan harus berisi hanya satu ide (gagasan) yang lengkap. </font></p>
<p style="margin-left:0.28in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh : </font></p>
<p style="margin-left:0.28in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">&#8220;Universitas A adalah universitas yang sistem administrasinya paling baik dan alumninya paling membanggakan&#8221; </font></p>
<p style="margin-left:0.28in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Pertanyaan ini merupakan satu contoh pertanyaan yang mengandung dua gagasan pikiran, yaitu kualitas sistem administrasi dan kebanggaan alumni, walaupun mungkin keduanya merupakan gagasan yang relevan guna mengungkap sikap terhadap sistem pendidikan di universitas A, akan tetapi dua gagasan yang dimasukkan ke dalam satu pertanyaan seperti itu mungkin punya derajat afeksi yang berbeda tingkatannya. Seseorang mungkin akan menyatakan sangat setuju mengenai segi kebaikan sistem administrasi universitas tersebut, namun akan menyatakan ragu-ragu mengenai segi kebanggaan alumninya. Perbaikan yang dapat dilakukan adalah memisahkan kedua ide tersebut masing-masing ke dalam pertanyaan yang berbeda. </font></p>
<p style="margin-left:0.28in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">9. Pertanyaan yang berisi unsur universal seperti &#8220;tidak pernah&#8221;, &#8220;semuanya&#8221;, &#8220;selalu&#8221;, &#8220;tak seorangpun&#8221;, dan semacamnya, seringkali menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda dan karenanya sedapat mungkin hendaklah dihindari. </font></p>
<p style="margin-left:0.28in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">10. Kata-kata seperti &#8220;hanya&#8221;, &#8220;sekedar&#8221;, &#8220;semata-mata&#8221;, dan semacamnya harus digunakan seperlunya saja dan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahan penafsiran isi pertanyaan. </font></p>
<p style="margin-left:0.28in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">11. Jangan menggunakan kata atau istilah yang mungkin tidak dapat dimengerti oleh para responden. </font></p>
<p style="margin-left:0.28in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh : </font></p>
<p style="margin-left:0.49in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">&#8220;Pemberian hadiah tidak akan mengubah motivasi siswa dalam belajar&#8221;</font></p>
<p style="margin-left:0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Tampaknya tidak sukar untuk memahami kalimat dalam pertanyaan seperti ini. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah responden akan memahami kalimat tersebut sebagaimana yang diinginkan oleh penulis? Coba perhatikan kata motivasi dan hadiah di atas. Sebagian dari kalangan tertentu barangkali dapat memahami maksudnya, akan tetapi bagi banyak orang, motivasi tidak memberikan gambaran apapun juga karena mungkin memang mereka tidak mengenalnya dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan kata hadiah sebagai pengganti reward juga tidak akan mudah dipahami oleh individu yang bukan berlatar belakang psikologi. </font></p>
<p style="margin-left:0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">12. Hindarilah pertanyaan yang berisi kata negatif ganda. </font></p>
<p style="margin-left:0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh :</font></p>
<p style="margin-left:0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">&#8220;Tidak merencakan jumlah anak dalam keluarga bukan tindakan yang terpuji&#8221;</font></p>
<p style="margin-left:0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Kata &#8220;tidak&#8221;, dan &#8220;bukan&#8221;, dua-duanya adalah kata negatif, yang dalam banyak hal dapat membingungkan pembaca pertanyaan. kalau memang dimaksudkan untuk menulis pernya taan yang favorable bagi keluarga berencana kata tidak dan kata bukan dalam pertanyaan di atas dapat dihilangkan sama sekali tanpa merubah arti kalimatnya. Bila dirasa perlu dapat disisipkan kata &#8220;adalah&#8221; di antara kata keluarga dan kata tindakan.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Demikianlah beberapa kriteria informal dalam penulisan pertanyaan sikap yang perlu diperhatikan. Satu hal yang juga sangat penting diperhatikan dalam penulisan pertanyaan sikap adalah masalah social desirability. Kadang-kadang pertanyaan sikap yang kita tulis mengandung social desirability yang tinggi, yaitu berisi hal-hal yang akan disetujui oleh responden semata-mata karena isinya menggambarkan sesuatu yang dianggap sudah semestinya berlaku dalam masyarakat sosial atau sesuatu yang baik, benar, dan diterima menurut norma masyarakat. Sebagai contoh adalah pertanyaan berikut ini: </font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">&#8220;Menjaga kebersihan lingkungan adalah kewajiban kita semua&#8221; </font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Lepas dari pada apakah responden orang yang cinta kebersihan (bersikap positif) atau bukan, ia cenderung akan menyetujui pertanyaan seperti di atas karena norma sosial kita seakan telah mengatakan bahwa kebersihan itu baik dan orang yang baik adalah orang yang menjaga kebersihan. Dengan begitu, pertanyaan itu tidak akan berfungsi sebagaimana seharusnya dan tidak ada gunanya dalam pengukuran sikap.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Para penulis pertanyaan, belajar dari pengalaman, menuliskan pertanyaan sikap dalam jumlah dan kemudian baru mengevaluasi satu persatu pertanyaan tersebut sesuai dengan kriteria yang baru dikemukakan di atas. Perbaikan dilakukan terhadap setiap pertanyaan yang perlu diperbaiki. Seringkali pula pemeriksaan kembali terhadap setiap pertanyaan itu menimbulkan ide atau gagasan baru sehingga dapat ditulis pertanyaan yang lebih baik.</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Mereka yang memahami dasar-dasar konstruksi skala sikap dan pernah banyak berpengalaman dalam penulisan pertanyaannya akan lebih peka dalam mengevaluasi setiap pertanyaan dan umumnya dapat langsung mengetahui adanya kejanggalan-kejanggalan bahasa yang dipergunakan.</font></p>
<p style="margin-left:0.04in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Setelah pertanyaan-pertanyaan sikap selesai ditulis, langkah berikutnya adalah melakukan penskalaan (scaling) terhadap pertanyaan tersebut dan memilih pertanyaan pertanyaan yang secara empirik memang berkualitas.</font></p>
<ol>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><strong><font face="Arial, sans-serif">METODE &#8211; METODE PENGUKURAN SIKAP</font></strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.04in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Suatu skala harus dirancang dengan hati-hati. Stimulusnya harus ditulis dan dipilih berdasarkan metode konstruksi yang benar. Skor terhadap respons seseorang harus diberikan dengan cara-cara yang tepat. Agar dapat memenuhi kualitas dasar alat ukur yang standar, maka skala harus mengembangkan terlebih dahulu apa yang disebut sebagai tabel spesifikasi. Dalam setiap perencanaan skala sikap, langkah pertama yang harus dilakukan adalah penentuan tujuan ukur dan pembatasnya. Hal ini berarti bahwa:</font></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western"><font face="Arial, sans-serif">ciri-ciri objek psikologis yang berupa aspek kepribadian manusia yang hendak diungkap harus diidentifikasikan dengan jelas lebih dahulu. </font></p>
</li>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">konsep harus dibatasi konstruk (construct) atau konsepsi teoritisnya, lalu didefinisikan secara operasional dalam bentuk dimensi-dimensi atau indikator-indikator perilaku sehingga dapat diukur</font></p>
</li>
</ol>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Pada perancangan skala terhadap konsep terdapat dua hal yang harus dijadikan perhatian, pertama adalah penentuan dan pembatasan konsep yang akan digunakan dan yang kedua adalah menentukan dimensi-dimensi atau indikator-indikator perilaku yang hendak diukur. Sedangkan pada perancangan skala sikap dua hal penting tersebut adalah: pertama adalah penentuan dan pembatasan konsepsi dari objek yang akan diukur dan yang kedua adalah penentuan batas objek yang hendak diukur. </font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Berikut ini beberapa metode pengukuran skala sikap yang telah lama di perkenalkan dan digunakan hingga kini :</font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><strong><font face="Arial, sans-serif">1. Bogardus sosial distance scale </font></strong></p>
<p style="margin-left:0.04in;text-indent:0.48in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Bogardus(1925) mengajukan pengukuran kesenjangan sosial yang dapat menentukan hubungan antara sikap diberbagai jenis ras atau kelompok sebuah bangsa. Berbagai jenis pengukuran dari tekhnik ini akan memeperlihatkan adanya hubungan antara sikap/tingkah laku terhadap berbagai jenis kelompok sosial. Triandis (1964) telah meluaskan arti pekerjaannya dalam bidang ini. Dengan menggunakan analisis factor dia telah menemukan lima dimensi tingkah laku (sikap) terhadap kelas-kelas sosial dalam masyarakat, diantaranya :</font></p>
<p style="margin-left:0.04in;text-indent:0.48in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">1. Penghormatan</font></p>
<p style="margin-left:0.83in;text-indent:-0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh : mengagumi ide/pandangan seseorang.</font></p>
<p style="margin-left:0.83in;text-indent:-0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">2.  Penerimaan perkawinan, misal : jatu cinta pada seseorang</font></p>
<p style="margin-left:0.83in;text-indent:-0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">3. Penerimaan terhadap persahabatan, misal : makan bersama</font></p>
<p style="margin-left:0.83in;text-indent:-0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">4. Kesenjangan sosial, misal : mengasingkan seseorang dari sekitarnya</font></p>
<p style="margin-left:0.83in;text-indent:-0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial">5. Superordinasi, misal : memerintah seseorang </font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><strong><font face="Arial, sans-serif">2. Thurstone Method Of Equal Appearing Interval</font></strong></p>
<p style="margin-left:0.04in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Thurstone (1928) mengajukan metode pengukuran sikap ini berbeda dengan pengukuran Bogardus dimana poin-poin pengukuran tidak terlalu diperlukan. Thurstone mencoba untuk mengembangkan sebuah metode yang mana dapat menunjukan secara cepat jumlah perbedaan antara prilaku satu responden dengan responden lainnya. Metode Thurstone membuat sebuah perkiraan penting yaitu pendapat seorang yang pandai tidak akan mempengaruhi nilai-nilai pertanyaan dari pengukuran tersebut. Pendapat ini dapat dibenarkan bila penilai tidak memiliki pandangan yang sangat berbeda akan topic yang bersangkutan, namun bagaimanapun juga jika yang terjadi adalah sebaliknya maka pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terpengaruh.</font></p>
<p style="margin-left:0.04in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Jadi metode Thurstone ini berorientasi pada respon dari responden yang ditanyakan. Menurut pandangannya sikap merupakan suatu bentuk atau reaksi perasaan. Maka konsep Thrustone ini berlandaskan kepada perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unvorable) terhadap objek Yang diukur. </font></p>
<p style="margin-left:0.04in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Dimana Thurstone disini mencoba mengetengahkan skala pengukuran dengan menyatakan : </font></p>
<ol>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">kategori, peringkat dan jarak yang diukur</font></p>
</li>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">dinyatakan dengan angka 1 sampai dengan 5, atau 1 sampai dengan 7</font></p>
</li>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">menggunakan konsep jarak yang sama (equality interval) karena skala ini tidak menggunakan angka nol sebagai titik awal perhitungan</font></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.04in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh :</font></p>
<table border="1" cellpadding="7" cellspacing="0" width="498">
<tr valign="top">
<td height="32" width="13">
<p class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">1.</font></p>
</td>
<td width="326">
<p class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Pekerjaan yang saya lakukan mendorong saya untuk kreatif.</font></p>
</td>
<td width="32">
<p class="western" align="center"><font face="Arial, sans-serif">1</font></p>
</td>
<td width="32">
<p class="western" align="center"><font face="Arial, sans-serif">2</font></p>
</td>
<td width="28">
<p class="western" align="center"><font face="Arial, sans-serif">3</font></p>
</td>
<td width="28">
<p class="western" align="center"><font face="Arial, sans-serif">4</font></p>
</td>
<td width="31">
<p class="western" align="center"><font face="Arial, sans-serif">5</font></p>
</td>
</tr>
</table>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.04in;" class="western" align="justify"><font size="2"><font face="Arial, sans-serif">1 = Sangat tidak setuju 2 = Tidak setuju 3 = Netral/Tidak memutuskan </font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.04in;" class="western" align="justify"><font size="2"><font face="Arial, sans-serif">4 = Setuju 5 = Sangat setuju</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.04in;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><strong>Metode Likert’s Of Summated Rating</strong></font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Metode likert dapat dikatakan sebagai yang pertama yang melakukan pendekatan dengan mengukur luas/dalamnya pendapat dari responden bukan hanya dengan jawaban “ya” atau “tidak”. Dalam metode ini sebagian besar pertanyaan dikumpulkan, namun setiap pertanyaan disusun sedemikian rupa agar bisa dijawab dalam lima tingkatan jawaban pertanyaan/pertanyaan yang diajukan. </font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Secara sederhananya konsep skala likert’s meliputi :</font></p>
<ul>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Skala likert adalah skala yang mengukur sikap dengan menyatakan setuju atau ketidak setujuan terhadap subyek, obyek atau kejadian tertentu.</font></span></p>
</li>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Urutan untuk skala ini umumnya menggunakan lima angka penilaian yaitu </font></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:0.51in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">(1). Sangat menyetujui </font></span></p>
<p style="margin-left:0.51in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">(2) setuju </font></p>
<p style="margin-left:0.51in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">(3) Netral (tidak pasti) </font></p>
<p style="margin-left:0.51in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">(4) Tidak setuju </font></p>
<p style="margin-left:0.51in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">(5) Sangat Tidak Setuju.</font></p>
<ul>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Urutan itu bisa dibalik.</font></p>
</li>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Alternatif angka bisa bervariasi dari 3 sampai dengan 9 </font></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:0.25in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Contoh skala Likert’s :</font></span></p>
<p style="margin-left:0.28in;text-indent:-0.03in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">DITEMPAT SAYA BEKERJA, KEPUTUSAN – KEPUTUSAN STRATEGIS SERING DIBUAT OLEH INDIVIDUAL DARIPADA KELOMPOK.</font></span></p>
<p style="margin-left:0.25in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">(1). Sangat Setuju (SS)</font></p>
<p style="margin-left:0.59in;text-indent:-0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">(2). Setuju (S)</font></p>
<p style="margin-left:0.59in;text-indent:-0.32in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">(3). Tidak pasti </font></p>
<p style="margin-left:0.28in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">(4). Tidak Setuju (TS)</font></p>
<p style="margin-left:0.28in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">(5). Sangat Tidak Setuju (STS)</font></p>
<p style="margin-left:0.28in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif"><strong>Osgood’s Semantic Differential (Skala perbedaan semantic Osgood’s)</strong></font></p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Dalam penyusunan skala ini, serangkaian kata sifat yang menunjukkan ciri atau karakteristik stimulus atau objek sikap telah dipilih dan ditentukan, maka objek sikap disajikan sebagai stimulus tunggal pada setiap rangkaian, dan diikuti oleh kontinum-kontinum psikologis yang kedua kutubnya berisi kata sifat yang berlawanan tadi (Azwar 1995). bahwa kontinum psikologis pada teknik beda semantik ini dibagi menjadi tujuh bagian yang diberi angka 1 sampai 7, mulai dari kutub <em>unfavorable</em> sampai dengan kutub <em>favorable</em>. Apabila peletakan kutub <em>favorable</em> dan <em>unfavorable</em> itu dibalik, maka peletakan angka skornya pun disesuaikan sehingga perlu dibalik juga. </font></p>
<p class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Contoh :</font></p>
<p><a name="table0A" title="table0A"></a></p>
<table border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" rules="none" width="306">
<tr valign="top">
<td width="207">&nbsp;</td>
<td width="21"><font face="Arial, sans-serif">1</font></td>
<td width="21"><font face="Arial, sans-serif">2</font></td>
<td width="21"><font face="Arial, sans-serif">3</font></td>
<td width="21"><font face="Arial, sans-serif">4</font></td>
<td width="21"><font face="Arial, sans-serif">5</font></td>
<td width="21"><font face="Arial, sans-serif">6</font></td>
<td width="21"><font face="Arial, sans-serif">7</font></td>
<td width="195">&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<p class="western">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Cara pemberian angka seperti ini adalah cara yang telah disederhanakan yaitu angka 1 berarti adanya arah sikap yang unfavorable dengan intensitas tinggi, sedangkan angka 7 menunjukkan adanya sikap yang favorable dengan intensitas yang tinggi pula. Makin mendekati ke tengah kontinum maka arah sikap makin menjadi kurang jelas dan intensitasnyapun berkurang. Suatu posisi respons yang diletakkan pada angka 4, yang berada di tengah-tengah berarti adanya sikap netral terhadap objek yang bersangkutan bila dikaitkan dengan kata sifat yang berada pada kedua kutub kontinum.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Kesimpulan yang di dapat dari skala Osgood ini adalah sebagai berikut :</font></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala penilaian tujuh butir yang menyatakan secara verbal dua kutub (bipolar) penilaian yang ekstrim. </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Dua kutub ini bisa berupa baik-buruk, kuat lemah, modern-kuno dan sebagainya.</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Responden diberi ruang semantis untuk merefleksikan seberapa dekat sikap responden terhadap subyek, obyek atau kejadian tertentu diantara dua kutub.</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Metode ini umumnya digunakan untuk penilaian merek dagang, produk, pekerjaan, dan lain-lain.</font></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.25in;line-height:150%;" class="western" align="left"><font face="Arial, sans-serif"><strong>scaling method</strong></font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Salah satu kelemahan dari methode thurstone dan likert adalah perilaku responden yang diukur tidak memiliki arti yang khusus. Guttman mengajukan sebuah metode yang mana setiap nilai jawaban mempunyai arti yang unik. Guttman menggunakan indeks daftar kata-kata unutuk menentukan kesatuan ukuran, dan sebagai konsekuensinya pengukuran Guttman mungkin merupakan yang paling pendek (antara 4s/d10 max points) dan hanya dibatasi topik yang bersangkutan.</font></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Topik yang biasa diangkat untuk dijadikan objek sikap dalam pengukuran guttman ini adalah mengenai keadaan politik, aspek kepercayaan/keyakinan (religius), tingkat aktifitas keagamaan, atau derajat etika tingkah laku. Dan didalam prosedur semua item pertanyaan hanya dijawab dengan “ya” atau “tidak”, “setuju” atau “tidak setuju”. Kemudian jawaban yang sudah didapat dikelompokan kedalam sebuah indeks.</font></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><strong><span><font face="Arial, sans-serif">Skala pengukuran sederhana</font></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><strong><span><font face="Arial, sans-serif">Secara lebih sederhananya skala pengukuran sikap dapat lebih dimengerti lagi dengan skala-skala pengukuran sikap berikut ini :</font></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><strong><span><font face="Arial, sans-serif">a. Skala sederhana</font></span></strong></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Skala sederhana menggunakan skala nominal misalnya setuju atau tidak setuju, ya atau tidak.</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Skala ini digunakan bila kuesionar penelitian berisi relatif banyak butir pertanyaan, tingkat pendidikan responden rendah atau alasan lain.</font></span></p>
</li>
</ul>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><strong><span><font face="Arial, sans-serif">c. Skala Numeris</font></span></strong></p>
<ul>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Skala numeris merupakan metode pengukuran yang teridiri dari 5 atau 7 alternatif nomor untuk mengukur sikap responden.</font></p>
</li>
<li>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Skala ini pada prinsipnya sama dengan skala perbedaan semantis, hanya saja langsung diberikan angka.</font></p>
</li>
</ul>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify"><strong><span><font face="Arial, sans-serif">Skala Grafis</font></span></strong></p>
<p style="margin-left:0.25in;line-height:150%;" class="western" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Metode ini menyatakan penilaian responden terhadap subyek, obyek atau kejadian tertentu dengan titik atau angka tertentu yang terletak didalam gambar atau grafik penilaian.</font></p>
<p style="margin-left:0.04in;line-height:150%;" class="western" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-left:0.04in;line-height:150%;" class="western" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" class="western" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="line-height:150%;" class="western" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-left:0.51in;line-height:150%;" class="western" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-left:0.25in;line-height:150%;" class="western" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-left:0.04in;line-height:150%;" class="western" align="justify">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaipoel.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaipoel.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaipoel.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaipoel.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaipoel.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaipoel.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaipoel.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaipoel.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaipoel.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaipoel.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaipoel.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaipoel.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaipoel.wordpress.com&blog=1198361&post=13&subd=aaipoel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaipoel.wordpress.com/2007/06/07/pengukuran-sikap-dalam-opini-publik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00158907de4073e17b7edbc6f622d04f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aaipoel</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>