KOMUNIKASI ORGANISASI DAN MOTIVASI

Konsep Motivasi

Dari semua isu dalam bidang komunikasi, manjemen, dan kepemimpinan, terdapat isu yang paling popular dari hal tersebut, yakni motivasi. Motivasi menyangkut alas an-alasan mengapa orang mencurahkan tenaga untuk melakukan suatu pekerjaan. Biasanya bidang ekonomi memusatkan perhatiannya pada penggunaan efisien sumber daya; namun, satu asumsinya adalah, setidaknya hingga ditemukannya teori efisiensi-X oleh Leibenstein (1978), bahwa “perusahaan atau organisasi secara internal efisien, yang berarti bahwa perusahaan atau organisasi itu menghasilkan keluaran (output) maksimal bagi seperangkat sumber daya tertentu (kadang-kadang disebut efisiensi teknis)”. Asumsi ini menimbulkan asumsi sampingan bahwa organisasi pasti meminimalkan biaya.

Dari kajian kepustakaan yang dilakukan Frantz (1988) mengenai efisiensi internal, ditemukan sebagian unsur yang termasuk kedalam efisiensi-X, diantarnya adalah :

  • Kajian produktivitas,

yang menunjukan bahwa perubahan sederhana dalam organisasi fisik dari proses pruduktivitas suatu pabrik akan menimbulkan kenaikan produktivitas kerja yang relative besar dan pengurangan biaya satuan yang keluar.

  • Alokasi sumber daya,

seperti arus kerja, kondisi pabrik menyangkut cahaya dan suhu,jam kerja, metode pembayaran gaji, penyerdehanaan kerja.

  • Faktor pendekatan manejemen

sebagai factor oragnanisasi yang mempengaruhi kemampuan dan kemauan pekerja.

Dari sudut pandang ekonomi terdapat empat unsur kunci yang merupakan konsep usaha di tempat kerja, antara lain :

  1. Aktivitas (A) yang merupakan pekerjaan seseorang

  2. Kecepatan (K) melakukan aktivitas

  3. Presisi (P) Melakukan pekerjaan yang berkualitas

  4. Pola waktu (W) atau ritme melakukan pekerjaan

Efisiensi-X , mengasumsikan, diperoleh lewat hubungan vertikal yang menumbuhkan tekanan untuk berusaha lebih banyak, kepuasaan individu dari menghindari tekanan tersebut dan kepuasan dari menerima persetujuan penyelia.

Sementara hubungan horizontal menciptakan tekanan dalam dua cara :

  1. Melalui norma

semua anggota harus menanggung beban yang menjadi bagian mereka setelah mana mereka bekas bekerja segiat mungkin.

  1. Norma

Setiap individu diharapkan bekerja sesedikit yang mereka inginkan, namun mereka tidak boleh bekerja sedemikian giat sehingga membuat orang lain kelihatan buruk.

 

 

 

TEORI MOTIVASI

Istilah Motivasi merujuk kepada dasar yang mendorong tindakan. Satu perangkat teori menganggap kekurangan kebutuhan sebagai kondisi pendorong yang menimbulkan presdiposisi tertentu untuk berprilaku. Sementara suatu teori lain menganggap harapan dalam lingkungan sebagai menimbulkan bentuk-bentuk tertentu tujuan dan indakan ysng mengikutinya; teori ketiga menganggap persepsi atas tempat kerja sebagai menimbulkan bentuk-bentuk tertentu potensi yang mendorong tindakan.

Teori Defisiensi Motivasi

Sebagian dari teori-teori paling lazim mengenai motivasi merujuk kepada kebutuhan sebagai kekuatan pendorong perilaku manusia. Berikut adalah beberapa teori yang menjelaskan tentang bagaimana kebutuhan berfungsi memotivasi manusia.

 

Teori Hierarki

Maslow mengemukakan bahwa kebutuhan kita terdiri dari lima kategori :

  1. fisiologis,

  2. keselamatan atau keamanan,

  3. rasa memiliki atau social,

  4. penghargaan,

  5. aktualisasi diri.

Menurutnya kebutuhan-kebutuhan ini berkembang dalam suatu urutan hierarkis, dengan kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling kuat hingga terpuaskan. Kebutuhan ini mempunyai pengaruh atas kebutuhan-kebutuhan lainnya selama kebutuhan tersebut tidak terpenuhi. Suatu kebutuhan pada urutan paling rendah tidak perlu terpenuhi secara lengkap sebelum kebutuhan berikutnya yang lebih tinggi menjadi aktif.

Menurut teori ini didapat 5 perangkat kebutuhan yang tersusun dalam suatu tatanan hierarkis, diantaranya adalah :

1. Kebutuhan akan aktualisasi diri

2. Penghargaan (esteem)

3. Kebutuhan akan rasa memiliki (belong-ing)

4. Keselamatan dan keamanan

5. Kebutuhan fisiologis

Teori ERG

Alderfer (1972) mengemukakan tiga kategori kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah ;

  1. Eksistence (E) atau Eksistensi

Meliputi kebutuhan fisiologis sepeerti lapar, rasa haus, seks, kebutuhan materi, dan lingkungan kerja yang menyenangkan.

  1. Relatedness (R) atau keterkaitan

Menyangkut hubungan dengan orang-orang yang penting bagi kita, seperti anggota keluarga, sahabat, dan penyelia di tempat kerja.

  1. Growth (G) atau pertumbuhan

Meliputi kenginginan kita untuk produktif dan kreatif dengan mengerahkan segenap kesanggupan kita.

Alderfer menyatakan bahwa :

Pertama : bila kebutuhan akan eksistensi tidak terpenuhi, pengaruhnya mungkin kuat, namun kategori-kategori kebuthan lainnya mungkin masih penting dalam mengarahkan perilaku untuk mencapai tujuan.

Kedua : meskipun suatu kebutuhan terpenenuhi, kebutuhan dapat berlangsung terus sebagai pengaruh kuat dalam keputusan.

Teori Kesehatan-Motivator

Herzberg (1966) emncoba menentukan factor-faktor apa yang mempengaruhi motivasi dalam organisasi. Ia menemukan dua perangkat kegiatan yang memuaskan kebutuhan manusia :

1. Kebutuhan yang berkaitan dengan kepuasan kerja atua disebut juga motivator

Meliputi prestasi, penghargaan, tanggung jawab, kemajuan atau promosi, pekerjaan itu sendiri, dan potensi bagi pertumbuhan pribadi. Bila factor ini tidak ada di tempat kerja, pegawai akan kekurangan motivasi, namun tidak berarti tidak puas dengan pekerjaan mereka.

2. Kebutuhan yang berkaitan dengan ketidakpuasan kerja

Disebut juga factor pemeliharaan (maintenance) atau kesehata (hygiene), meliputi gaji, pengawasan, keamanan kerja, kondisi kerja, administrasi, kebijakan organisasi, dan hubungan antar pribadi dengan rekan kerja, atasan, dan bawahan ditempat kerja. Faktor ini berkaitan dengan lingkungan atau konteks pekerjaan alih-alih dengan pekerjaan itu sendiri. Bila factor ini ditanggapi secara positif, pegawai tidak mengalami kepuasan atau tampak termotivasi; namun bila factor-faktor tersebut tidak ada, pegawai akan merasa tidak puas.

TEORI HARAPAN DAN MOTIVASI

Teori Harapan

Vroom (1964) mengembangkan sebuah teori motivasi berdasarkan kebutuhan infernal, tiga asumsi pokok Vroom dari teorinya adalah sebagai berikut :

  1. Setiap individu percaya bahwa bila ia berprilaku dengan cara tertentu, ia akan memperoleh hal tertentu. Ini disebut sebuah harapan hasil (outcome expectancy) sebagai penilaian subjektif seseorang atas kemungkinan bahwa suatu hasil tertentu akan muncul dari tindakan orang tersebut.

  2. Setiap hasil mempunyai nilai, atau daya tarik bagi orang tertentu. Ini disebut valensi (valence) sebagai nilai yang orang berikan kepada suatu hasil yang diharapkan.

  3. Setiap hasil berkaitan dengan suatu persepsi mengenai seberapa sulit mencapai hasil tersebut. Ini disebut harapan usaha (effort expectancy) sebagai kemungkinan bahwa usaha seseorang akan menghasilkan pencapaian suatu tujuan tertentu.

Motivasi dijelaskan dengan mengkombinasikan ketiga prinsip ini. Orang akan termotivasi bila ia percaya bahwa :

  1. Suatu perilaku tertentu akan menghasilkan hasil tertentu

  2. Hasil tersebut punya nilai positif baginya

  3. Hasil tersebut dapat dicapai dengan usaha yang dilakukan seseorang

Dengan kata lain Motivasi, dalam teori harapan adalah keputusan untuk mencurahkan usaha. Nadler dan Lawler (1976) atas teori harapan menyarankan beberapa cara tertentu yang memungkinkan manejer dan organisasi menangani urusan mereka untuk memperoleh motivasi maksimal dari pegawai :

  1. Pastikan jenis hasil atau ganjaran yang mempunyai nilai bagi pegawai

  2. Definisikan secara cermat, dalam bentuk perilaku yang dapat diamati dan diukur, apa yangdinginkan dari pegawai

  3. Pastikan bahwa hasil tersebut dapat dicapai oleh pegawai

  4. Kaitkan hasil yang dinginkan dengan tingkat kinerja yang di inginkan

  5. Pastikan bahwa ganjaran cukup besar untuk memotivasi perilaku yang penting

  6. Orang bekinerja tinggi harus menerima lebih banyak ganjaran yang diinginkan daripada orang yang berkinerja rendah

TEORI PERSEPSI TENTANG MOTIVASI

Teori ini menjelaskan motivasi dalam arti bagaimana anggota organisasi menafsirkan lingkungan kerja mereka. Vitalitas kerja yang ditunjukan seseorang pekerja didasari atas factor-faktor apa yang memberi andil dan berkaitan dengan efek negative terhadap vitalitas seseorang serta apa yang menimbulkan kegairahan dalam bekerja. Vitalitas kerja didasarkan atas empat asumsi utama, yakni :

  1. Seberapa jauuh harapan pegawai dipenuhi oleh organisasi

  2. Apa yang dipirkan pegawai mengenai peluang mereka dalam organisasi

  3. Bagaimana pendapat pegawai mengenai seberapa banyak pemenuhan yang diperoleh dari pekerjaan dalam organisai

  4. Bagaimana persepsi pegawai mengenai kinerja mereka dalam oraganisai

Harapan

Menggambarkan apa yang aka orang pikirkan mengenai apa yang terjadi pada mereka. Janji adalah jaminan yang menimbulkan harapan. Suatu factor utama yang menunjukan atau mencerminkan vitalitas kerja adalah reaksi seseorang terhadap seberapa jauh harapannya telah dipenuhi oleh organisasi dimana ia bekerja. Konsekuensi bagi suatu organisasi dimana harapan tidak terpenuhi adalah kegelisahan yang menggelegak, interaksi yang secara potensial agresif, dan moral yang rendah.

Pemenuhan

Satu alasan mengapa harapan yang tak terpenuhi menimbulkan konsekuensi negative pada pegawai adalah keyainan bahwa harapan yang gagal dapat di anggap sebagai tanda kehidupan yang tak terpenuhi. Suatu kehidupan yang terpenuhi adalah kehidupan yang memungkinkan orang merasa bahwa ia telah mampu mencapai hal-hal secara pribadi, unik dan kreatif. Pemenuhan dalam bekerja menunjukan bahwa pegawai merasa bahwa mereka telah mendefenisikan diri mereka sendiri sesuai dengan keinginan mereka dan diterima.

Peluang

Peluang(opportunity) mungkin merupakan unsure paling kuat dari empat unsur yang mempengaruhi vitalitas kerja karena ia mempunyai konsekuensi yang secara potensial merusak bila tidak hadir. Peluang menggambarkan suatu situasi atau kondisi yang menyenangkan untuk mencapai suatu tujuan. Untuk membuka peluang kita menciptakan kondisi yang mendukung untuk melakukan segala sesuatu yang ingin kita lakukan. Agar peluang ada pegawai harus mempunyai kondisi yang mendukung untuk mencapai tujuan mereka. Untuk menekankan betapa penting peluang bagi kehidupan seseorang pegawai, berikut adalah 5 kategori perilaku yang dipengaruhi oleh peluang dalam organisasi :

            1. Penghargaan – diri (self-esteem)

Setiap pegawai rentan terhadap perubahan dalam penghargaan-diri melalui citra yang ia peroleh dari tanggapan orang lain. Mereka yang menerima citra positif mengenai kemampuan mereka melalui komentar dan ganjaran akan menilai diri mereka sendiri lebih tinggi

2. Aspirasi

Peluang juga mempengaruhi aspirasi seseorang pegawai atau prestasi yang diinginkan. Bila organisasi mendorong dan memberi ganjaran atas tindakan yang mendukung tujuan tertentu, pegawai cenderung mengembangkan aspirasi untuk mencapai tujuan tersebut.

3. Komitmen

Peluang juga mempengaruhi sejauh mana komitmen pegawai terhadap organisasi. Mereka yang mengalami pertumbuhan pribadi dan penghargaan cenderung menaruh perasaan positif kepada organisasi.

4. Energi

Pegawai yang melihat peluang yang tinggi merespons poenghargaan atas nilai mereka dengan lebih memperhatikan tugas dan lebih sedikit mencurahkan waktu untuk kegiatan yang tidak berhubungan dengan penyelesaiaan pekerjaan

5. Pemecahan masalah

Pegawai yang punya peluang tinggi cenderung proaktif dalam menangani masalah dalam pekerjaan mereka dan dalam organisasi

Kinerja

Kinerja adalah kegiatan yang paling lazim dinilai dalam suatu organisasi, yakni bagaimana ia melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu pekerjaan, jabatan, atau peranan dalam organisasi. Unsur penting dalam kinerja pekerjaan adalah :

  1. Tugas fungsional, berkaitan dengan seberapa baik seorang pegawai menyelesaikan seluk beluk pekerjaan, termasuk penyelesaian aspek-aspek teknis oekerjaan.

  2. Tugas perilaku, berkaitan dengan seberapa baik pegawai menangani kegiatan antar pesona dengan anggota lain organisasi, termasuk mengatasi konflik, mengelola waktu, memberdayakan orang lain, bekerja dalam sebuah kelompok, dan bekerja secara mandiri

Menurut Gilbert (1978) kinerja pada dasarnya adalah produk waktu dan luang. “ peluang tanpa waktu untuk mengejar peluang tersebut bukan apa-apa. Dan waktu, yang tidak kita miliki, yang tidak memberi peluang, bahkan memiliki lebih sedikit nilai “.

Pandangan Gilbert mengenai kinerja dalam konteks vitalitas kerja dalam suatu organisasi, kinerja sangat konsisten dengan apa yang kita anggap penting untuk memberdayakan pekerja. Untuk bekerja secara cakap, pekerja membuat prestasi yang bernilai bagi organisasi seraya mengurangi biaya untuk mencapai tujuan.

IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI

IKLIM KOMUNIKASI

Istilah iklim disini merupakan kiasan (metafora) yang diterapkan pada situasi yang berbeda dengan tujuan menyatakan suatu kemiripan. Seperti Sackmann(1989) yang menyatakan bahwa suatu kiasan dapat memberi gambaran yang gamblang pada tingkat kognitif, emosional, perilaku, dan menyatakan suatu bagian tertentu pada tindakan tanpa menetapkan perilaku sebenarnya.

Frase iklim komunikasi organisasi menggambarkan suatu kiasan bagi iklim fisik, cara orang bereaksi terhadap aspek organisasi menciptakan suatu iklim komunikasi. Iklim komunikasi dipihak lain merupakan gabungan dari persepsi-persepsi-suatu evaluasi-makro-mengenai peristiwa komunikasi, perilaku manusia, proses pegawai terhadap pegawai lainnya, harapan-harapan, konflik-konflik abtar pesona, dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam organisasi tersebut. Iklim komunikasi berbeda dengan iklim organisasi dalam arti iklim komunikasi meliputi persepsi-persepsi mengenai pesan dan peristiwa yang berhubungan dengan pesan yang terjadi dalam organisasi.

PENTINGNYA IKLIM

Iklim komunikasi sebuah organisasi mempengaruhi cara hidup kita; kepada siapa kita berbicara, siapa yang kita sukai, bagaimana perasaa kita, bagaimana kegiatan kerja kita, dan bagaimana cara kita menyesuaikan diri dengan organisasi. Redding (1972) menyatakan bahwa iklim komunikasi organisasi jauh lebih penting daripada keterampilan atau tekhnik-tekhnik komunikasi senata-mata dalam menciptakan suatu organisasi yang efektif.

Beberapa alasan pentingnya iklim komuikasi :

  1. Karena mengaitkan konteks organisasi dengan konsep-konsep, perasaan-perasaan dan harapan-harapan anggota organisasi

  2. Membantu menjelaskan perilaku anggota organisasi

  3. Dapat memahami lebih baik apa yang mendorong anggota organisasi untuk bersikap dengan cara-cara tertentu

  4. Iklim komunikasi berperan dalam keutuhan suatu budaya dan membimbing perkembangan budaya tersebut

  5. Menjembatani praktik-praktik pemgelolaan sumber daya manusia dengan produktivitas

IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI

Iklim komunikasi merupakan suatu citra makro, abstrak dan gabungan dari suatu fenomena global yang disebut komunikasi organisasi. Diasumsikan bahwa iklim berkembang dari interaksi antara sifat-sifat suatu organisasi dan persepsi individu atas sifat-sifat itu. Iklim dipandang sebagai suatu kualitas pengalaman subjektif yang berasal dari persepsi atas karakter-karakter yang relative langgeng pada organisasi.

Iklim komuikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsure-unsur organisasi dan pengaruh unsure-unsur tersebut terhadap komunikasi. Pengaruh ini didefinisikan, disepakati, dikembangkan dan dikokohkan secara berkesinambugan melalui dengan anggota organisasi lainya. Pengaruh ini mengahsilkan pedoman bagi keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan individu, dan mempengaruhi pesan-pesan mengenai organisasi.

Unsur-Unsur Organisasi

Unsur dasar yang membentuk suatu organisasi terdiri dari :

1. Anggota organisasi

Yaitu, Orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi, membentuk organisasi serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer. Orang-orang ini terlibat juga dalam kegiatan pemikiran-pemikiran yang meliputi konsep-konsep, penggunaan bahasa, pemecahan masalah, dan pembentukan gagasan. Mereka juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan perasaan yang mencakup emosi, keinginan, dan aspek-aspek perilaku manusia lainnya yang bukan aspek intelektual. Mereka juga terlibat dalam kegiatan self-moving (mencakup kegiatan fisik). Dan mereka terlibat juga dalam kegiatan elektrokimia yang mencakup brain synaps (daerah kontak otak tempat impuls saraf ditransmisikan hanya ke satu arah).

2. Pekerjaan dalam organisasi

Pekerjaan ini terdiri dari tugas-tugas formal dan tugas-tugas informal. Tugas-tuguas ini menghasilkan produk dan memberikan pelyanan organisasi. Pekerjaan ini ditandai oleh tiga dimensi universl ;

  1. Isi

  2. Keperluan

  3. Konteks

3. Praktik-praktik pengelolaan

Tujuan primer pegawai manejerial adalah menyelesaikan pekerjaan melalui usaha orang lainnya. Manejer membuat keputusan mengenai bagaimana orang-orang lainnya, biasanya bawahan mereka, menggunakan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka. Sebagian manejer membawahi para pekerja yang beroperasi dan sebagian lainnya membawahi manejer-manejer lainnya.

4. Stuktur Organisasi

     Merujuk kepada hubungan-hubungan antara tugas-tugas yang dilaksanakan oleh anggota-anggota organisasi. Struktur organisasi di entukan oleh tiga variable kunci :

  1. Kompleksitas

  2. Formalisasi

  3. Sentralisasi

5. Pedoman Organisasi

      Adalah serangkaian pernyataan yang mempengaruhi, mengendalikan dan memberi arahan bagi anggota organisasi dalam mengambil keputusan dan tindakan. Pedoman organisasi tersiri atas : pernyataan-pernyataan seperti cita-cita, misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur dan aturan.

Pemahaman Unsur-Unsur Organisasi

Unsur-unsur dasar organisasi dipahami secara selektif untuk menciptakan evaluasi dan reaksi yang menunjukan apkah yang dimaksud oleh setiap unsur dasar tersebut dan seberapa baik unsur-unsur ini beroperasi bagi kebaikan anggota organisasi.

Unsur-unsur organisasi tidak secara langsung menciptakan iklim komunikasi organisasi, tetapi bergantung pada persepsi anggota organisasi mengenai :

  1. nilai hukum dan peraturan tersebut

  2. kegiatan-kegiatan yang dikenai hukum dan peraturan tersebut

Pengaruh Komunikasi

Iklim komunikasi dapat menjadi salah satu pengaruh yang paling penting dalam produktivitas organisasi, karena iklim mempengaruhi usaha anggota organisasi. Usaha dalam hal ini merujuk kepada penggunaan tubuh secara fisik dalam bentuk mengangkat, berbiara, atau berjalan, dan memecahkan masalah.

Usaha biasanya terdiri atas 4 unsur :

  1. Aktivitas

  2. Langkah-langkah pelaksanaan kerja

  3. Kualias hasil

  4. Pola waktu kerja

Kesediaan untuk melakukan usaha sungguh-sungguh atas nama organisasi adalah satu dari tiga factor komitmen organisasi. Kepercayaan yang kuat serta penerimaan atas tujuan serta nilai-nilai organisasi, dan keinginan yang besar untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi adalah dua factor komitmen organisasi lainya.

Iklim komunikasi dalam organisasi mempunyai konsekuensi penting bagi pergantian dan masa kerja pegawai dalam organisasi. Iklim komunikasi yang positif cenderung meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi. Proses-proses interaksi yang terlibat dalam perkembangan iklim komunikasi organisasi juga memberi andil pada beberapa pengaruh penting dalam restrukturisasi, reorganisasi, dan dalam menghidupkan kembali unsur-unsur dasar organisasi.

KEPUASAN KOMUNIKASI ORGANISASI

Kepuasan atas komunikasi kadang-kadang dikacaukan dengan iklim komunikasi , alasannya adalah bahwa iklim, merupakan fungsi dari bagaimana kepuasan anggota terhadap komunikasi dalam organisasi. Kepuasan menggambarkan suatu konsep individu dan konsep mikro sedangkan iklim merupakan konsep makro dan konsep gabungan.

Kepuasan juga menggambarkan evaluasi atas suat keadaan internal afektif, sedangkan iklim merupakan deskripsi kondisi eksternal bagi indivivu. Iklim terdiri dari suatu citra gabungan entitas atau fenomena global, seperti komunikasi atau organisasi. Kepuasan menggambarkan reaksi afektif individu ata shasil-hasil yang dinginkan yang berasal dari komunikasi yang terjadi dalam organisasi.

Istilah kepuasan komunikasi digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat kepuasan yang di rasakan pegawai dalam lingkungan awl komunikasinya. Meskipun komunikasi terlihat bertumpang tindih dengan iklim komunikasi.Kepuasan komunikasi ini cenderung memperkaya gagasan iklim dengan menyoroti tingkat individu dan pribadi.

Analalisis Down dan Hazen (1977) mengidentifikasikan bahwa kepuasan komunikasi terdiri dari 8 dimensi, yakni :

  1. Sejauh mana komunikasi dalam organisasi memotivasi dan merangsang para pegawai untuk memenuhi tujuan organisasi dan untuk berpihak kepada organisasi

  2. Sejauh mana penyelia terbuka pada gagasan, mau mendengarkan dan menawarkan bimbingan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan

  3. Sejauh mana para individu menerima informasi tentang lingkungan kerja saat itu

  4. Sejauh mana pertemuan-pertemuan diatur dengan baik, pengarahan tertulis singkat dan jelas, dan jumlah komunikasi dalam organisasi cukup

  5. Sejauh mana terjadinya desas-desus dan komunikasi horizontal yang cermat dan mengalir bebas

  6. Sejauh mana informasi tentang organisasi sebagai suatu keseluruhan memadai

  7. Sejauh mana para bawahan responsive terhadap komunikasi kebawah dan memperkirakan kebutuhan penyelia

  8. Sejauh mana pegawai merasa bahwa mereka mengetahui bagaimana mereka dinilai dan bagaimana keinerja mereka dihapus.

 ALIRAN INFORMASI DALAM ORGANISASI

Sifat Aliran Informasi

Aliran informasi dalam suatu organisasi adalah suatu proses dinamik; dalam proses inilah pesan-pesan secara tetap dan berkesinambungan diciptakan, ditampilkan, dan dinterpretasikan. Proses ini berlangsung terus dan berubah secara konstan – artinya komunikasi organisasi bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian berhenti. Komunikasi terjadi sepanjang waktu.

Guetzkow (91965) menyatakan bahwa aliran informasi dalam suatu organisasi dapat terjadi denga tiga cara :

1. Serentak

2. Berurutan

3. Kombinasi antara serentak dan berurutan

Penyebaran pesan secara serentak

Maksudnya adalah penyebaran pesan yang dilakukan secara bersama dan pesan tersebut harus tiba dibeberapa tempat yang berbeda pada saat yang sama. Penyebaran pesan tersebut memerlukan suatu rencana untuk menggunakan strategi atau tekhnik penyebaran pesan. Strategi dan tekhnik penyebaran pesan biasanya dipertimbangkan berasarkan waktu dan media apa yang digunakan agar pesan tersebut dapat cepat diterima oleh si penerima pesan,

Penyebaran pesan secara berurutan

Haney (1962) mengemukakan bahwa penyampaian pesan berurutan merupakan bentuk komunikasi yang utama, yang pasti terjadi dalam organisasi, meliputi perluasan bentuk penyebaran diadik. Dalam hal ini setiap individu penerima pesan pertama mula-mula menginterpretasikan pesan pesan yang diterimanya dan kemudian meneruskan hasil interpretasinya kepada orang berikutnya dalam rangkaian tersebut.

Pola Aliran Informasi

Aliran informasi berkembang dari kontak antar pesona yang teratur dan cara-cara rutin pengiriman dan penerimaan pesan. Katz da Kahn (1966) menunjukan bahwa pola atau keadaan urusan yang teratur mensyaratka nbahwa komunikasi diantara para nggota system tersebut di batasi.

Analisis eksperimental pola-pola ku\omunikasi menyatakan bahwa pengaturan tertentu mengenai siapa berbicara kepada siapa mempunyai konsekuensi besar dalam berfungsinya organisasi. Menurutnya pola aliran informasi dibedakan menjadi :

1. Pola roda

     Adalah pola yang mengarahkan seluruh informasi kepada individu yang menduduki posisi sentral. Orang yang dalam posisi sentral menrima kontak dan informasi yang disediakan oleh anggota orgnaisasi lainnya dan memecahkan masalah dengan saran dan persetujuan anggota lainnya.

2. Pola lingkaran

     Adalah pola informasi yang memungkinkan semua anggota berkomunikasi satu dengan yang lainnya hanya melalui sejenis system pengulangan pesan. Tidak seorang anggotapun yang dapat berhubungan langsung dengan semua anggota lainnya, demikian pula tidak ada anggota yang memiliki akses langsung terhadap seluruh informasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan.

Peranan Jaringan Kerja Komunikasi

Analisis jaringan telah mengungkapkan sifat-sifat khas sejumlah peranan jaringan komunikasi. Berikut adalah tujuh peranan jaringan komunikasi, antara lain :

1. Anggota klik

     Klik adalah sebuah kelompok individu yang paling sedikit separuh dari kontaknya merupakan hubungan dengan anggota-anggota lainnya. Prasyarat keanggotaan klik adalah bahwa individu-individu harus mampu melakukan kontak satu sama lainnya, bahkan dengan cara tidak langsung. Klik terdiri dari individu-individu yang keadaan sekelilingnya memungkinkan kontak antar individu, dan yang merasa amat puas dengan kontak-kontak tersebut. Klik-terdiri dari individu-individu yang memiliki alasan formal, yang berhubungan dengan jabatan untuk melakukan kontak sekaligus juga mempunyai alasan informal yang bersifat antar pesona.

2. Penyendiri

     Adalah mereka yang hanya melakukan sedikit atau sama sekali tidak mengadakan kontak dengan anggota kelompok lainnya. Beberapa anggota organisasi menjadi penyendiri bila berurusan dengan kehidupan pribadi pegawai-pegawai lainnya tetapi jelas merupakan anggota klik bila pesan-pesan berkenaan dengan perubahan dalam kebijakan dan prosedur organisasi.

3. Jembatan

    Adalah seorang anggota klik yang memiliki sejumlah kontak yang menonjol dalam kontak antar kelompok, juga menjalin kontak dengan anggota klik lain. Sebuah jembatan berlaku sebagai pengontak langsung antara dua kelompok pegawai.

4. Penghubung

     Adalah orang yang mengaitkan atau menghubungkan dua klik atau lebih tetapi ia bukan anggota salah satu kelompok yang dihubungkan tersebut.Penghubung mengkaitkan satuan-satuan organisasi bersama-sama dan menggambarkan orang-orang yang berlaku sebagai penyaring informasi.

5. Penjaga gawang

     Adalah orang yang secara strategis ditempatkan dalam jaringan agar apat melakukan pengendalian atas pesan apa yang akan disebarkan melalui system tersebut.

6. Pemimpin pendapat

     Adalah orang tanpa jabatan formal dalam semua system social, yang membimbing pendapat dan mempengaruhi orang-orang dalam keputusan mereka. Mereka merupakan orang-orang yang mengikuti persoalan dan dipercaya orang-orang lainya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

7. Kosmopolit

Adalah individu yang melakukan kontak dengan dunia luar, dengan individu-individu diluar organisasi. Kosmopolit menghubungkan para anggota organisasi dengan orang-orang dan peristiwa-peristiwa diluar batas-batas struktur organisasi.

Arah Aliran Informasi

Komunikasi kebawah

Komunikasi kebawah dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah. Adapun jenis informasi yang biasa dikomunikasikan dari atasan kepada bawahan, antara lain :

  1. Informasi mengenai bagaimana melakukan pekerjaan

  2. Informasi mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan

  3. Informasi mengenai kebijakan dan praktik-praktik organisasi

  4. Informasi mengenai kinerja pegawai

  5. Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas

Informasi yang disampaikan dari seorang atasan kepada bawahan tidaklah begitu saja disampaikan, utamanya mereka harus melewati pemilihan metode dan media informasi. Ada enam kriteria yang sering digunakan untuk memilih metode penyampaian informasi kepada para pegawai, antara lain :

  1. Ketersediaan

  2. Biaya

  3. Pengaruh

  4. Relevansi

  5. Respons

  6. Keahlian

Adapun metode yang sering digunakan para atasan untuk menyampaikan informasi kepada bawahannya antara lain :

  1. Tulisan saja

  2. Lisan saja

  3. Tulisan diikuti lisan

  4. Lisan diikuti tulisan

Komunikasi ke Atas

Komunikasi keatas dalam sebuah orgaisasi berarti bahwa informasi menngalir dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Beberapa alasan pentingnya arus komunikasi keatas didasarkan pada :

  1. Aliran informasi keatas memberi informasi berharga untuk pembuatan keputusan oleh mereka yang mengarahkan organisasi dan mengawasi kegiatan orang-orang lainnya.

  2. Komunikasi keatas memberitahukan kepada penyelia kapan bawahan mereka siap menerima apa yang dikatakan kepada mereka.

  3. Komunikasi keatas memungkinkan –bahkan mendorong-omelan dan keluh kesah muncul kepermukaan dehingga penyelia tahu apa yang mengganggu mereka yang paling dekat dengan operasi-operasi sebenarnya.

  4. Komunikasi keatas menumbuhkan apresiasi dan loyalitas kepada organisasi dengan memberi kesempatan kepada pegawai untuk menentukan apakah bawahan memahami apa yang diharapkan dari aliran informasi kebawah.

  5. Komunikasi keatas membantu pegawai mengatasi masalah pekerjaan mereka dan dengan organisasi tersebut.

  6. Komunikasi keatas mengizinkan penyelia untuk menentukan apakah bawahan memahami apa yang diharapkan dari aliran informasi ke bawah.

Kebanyakan analisis dan penelitian dalam komunikasi keatas menyatakan bahwa penyelia dan manejer harus menerima informasi berupa ; informasi yang memberitahukan apa yang dilakukan bawahan, menjelaskan persoalan-persoalan kerja, memberi saran atau gagasan untuk perbaikan dalam unit-unit mereka, dan mengungkapkan bagaimana pikiran dan perasaan bawahan tentang pekerjaan mereka, rekan kerja mereka, dan organisasi.

Komunikasi keatas dapat menjadi terlalu rumit dan menyita waktu dan mungkin hanya segelintir manejer organisasi yang mengetahui bagaimana cara memperoleh informasi dari bawah. Sharma (1979) memberikan alasan mengapa komunikasi keatas terlihat amat sulit :

  1. Kecenderungan bagi pegawai untuk menyembunyikan pikiran mereka.

  2. Perasaan bahwa penyelia dan manejer tidak tertarik kepada masalah pegawai.

  3. Kurangnya penghargaan bagi komunikasi keatas yang dilkaukan pegawai.

  4. Peraaan bahwa penyelia dan manejer tidak dapat dihubungi dan tidak tanggap pada apa yang disampaikan pegawai.

Prinsip-prinsip saluran keatas

Planty dan machaver (1952) mengemukakan tujuh prinsip sebagai pedoman program komunikasi keatas. Prinsip-prinsip tersebut antara lain ;

  1. Program komunikasi keatas yang efektif harus direncanakan.

  2. Program komunikasi keatas yang efektif berlangsung secara berkesinambungan.

  3. Program komunikasi keatas yang efektif menggunakan saluran rutin

  4. Program komunikasi keatas yang efektif menitikberatkan kepekaan dan penerimaan dalam pemasukan gagasan dari tingkat yang lebih rendah.

  5. Program komunikasi keatas yang efektif mencakup mendenngarkan secara objektif

  6. progaranm komunikasi keatas yang efektif mencakup tindakan untuk menanggapi masalah

  7. Progran komunikasi keatas yang efektif menggunakan berbagai media dan metode untuk meningkatkan aliran informasi.

Komunikasi Horizontal

Komunikasi horizontal terdiri dari penyampaian informasi diantara rekan sejawat dalam unit kerja yang sama. Unit kerja meliputi individu-individu yang ditempatkan pada tingkat otoritas yang sama dalam organisasi dan mempuyai atasan yang sama.

Tujuan dari komunikasi horizontal adalah :

  1. Untuk mengkordinasikan penugasan kerja

  2. Berbagi informasi mengenai rencana dan kegiatan

  3. Untuk memecahkan masalah

  4. Untuk memperoleh pemahaman bersama

  5. Untuk mendamaikan, berunding, dan menengahi perbedaan

  6. Untuk menumbuhkan dukungan antar pesona

Bentuk komunikasi horizontal yang paling umum mencakkup semua jenis kontak antar pesona. Bahkan bentuk komunikasi horizontal tertulis cenderung menjadi lebih lazim. Komunikasi horizontal paling sering terjadi dalam rapat komisi, interaksi pribadi, selama waktu istirahat, obrolan di telepon, memo dan catatan, kegiatan social dan lingkaran kualitas.

Komunikasi Lintas Saluran

Merupakan penyampaian informasi rekan sejawat yang melewati batas-batas fungsional dengan individu yang tidak menduduki posisi atasan maupun bawahan mereka. Mereka melintasi jalur fungsional dan berkomunikasi dengan orang-orang yang diawasi dan yang mengawasi tetapi bukan atasan ataupun bawahan mereka. Mereka tidak melewati otoritas lini untuk mengarahkan orang-orang yang berkomunikasi dengan mereka dan terutama harus mempromosikan gagasan-gagasan mereka. Namun mereka memiliki mobilitas tinggi dalam organisasi; mereka dapat mengunjungi bagian lain atau meninggalkan kantor mereka hanya untuk terlibat dalam komunikasi informal.

Komunikasi Informal, Pribadi, atau Selingan

Informasi informal / personal ini muncul dari interaksi diantara orang-orang, informasi ini tampaknya mengalir dengan arah yang tidak dapat diduga, dan jaringannya digolongkan sebagai selentingan. Informasi yang mengalir sepanjang jaringan kerja selentingan terlihat berubah-ubah dan tersembunyi. Dalam istilah komunikasi selintingan digambarkan sebagai metode penyampaian laporan rahasia tentang orang-orang dan peristiwa yang tidak mengalir melalui saluran perusahaan yang formal. Informasi yang diperoleh melalui selentingan lebih memperhatikan apa yang dikatakan atau didengar oleh seseorang daripada apa yang dikeluarkan oleh pemegang kekuasaan.

Hubungan

Goldbaher mendefinisikan organisasi sebagai sebuah jaringan hubungan yang saling bergantung, ini berarti bahwa hal-hal tersebut saling mempengaruhi dan saling dipengaruhi satu sama lainnya. Pola dan sifat hubungan dalam organisasi dapat ditentukan oleh jabatan dan peranan yang ditetapkan bagi jabatan tersebut. Namun individu-individu bertindak diluar struktur peranan, sehingga menciptakan jalinan komunikasi dan struktur. Hubungan-hubungan dalam organisasi berbeda ditinjau dari sifat antarpesona hubungan tersebut.

Hubungan Antar Pesona

Hubungan paling intim yang kita miliki dengan orang-orang lain dalam tingkat pribadi, antar teman, sesame sebaya, biasanya disebut hubungan antar pesona. Suatu anailisis khusus tentang hubungan antar pesona menyatakan bahwa kita akan berhasil bila kita melakukan hal-hal berikut ini :

1. Menjaga kontak pribadi yang akrab tanpa menumbuhkan perasaan bermusuhan

2. Menetapkan dan menegaskan identitas kita dalam hubungan dengan orang lain tanpa membesar-besarkan ketidaksepakatan.

3. Menyampaikan informasi kepada oranglain tanpa menimbulkan kebingunngan, kesalahpahaman, penyimpangan, atau perubahan lainnya yang disengaja

4. Terlibat dalam pemecahan masalah yang terbuka tanpa menimbulkan sikap mbertahan atau menghentikan proses

5. Membantu orang-orang lainnya untuk mengembangkan gaya hubungan persona dan antar pesona yang efektif

6. Ikut serta dalam interaksi social informal tanpa terlibat dalam muslihat atau gurauan atau hal-hal lainnya yang menggangu komunikasi yang menyenangkan

     Hubungan antar pesona cenderung menjadi lebih baik bila kedua belah pihak melakukan hal-hal berikut :

1. Menyampaikan perasaan secara langsung dan dengan cara yang hangat dan ekspresif

2. Menyampaikan apa yang terjadi dalam lingkungan pribadi mereka melalui penyingkapan diri

3. Menyampaikan pemahaman yang positif, hangat kepada satu sama lainnya dengan memberikan respons-respons yang relevan dan penuh pengertian

4. Bersikap tulus kepada satu sama lain dengan menunjukan sikap menerima secara verbal maupun non verbal

5. Selalu menyampaikan pandangan positif tanpa syarat terhadap satu sama lainnya dalam perbincangan yang tidak menghakimi dan ramah

6. Berterus-terang mengapa menjadi sulit atau bahkan mustahil untuk sepakat satu sama lainnya dalam perbincangan yang tidak menghakimi, cermat, jujur, dan membangun.

Hubungan posisional

Hubungan posisional ditentukan oleh struktur dan tugas-tugas fungsional anggota organisasi. Menurut Koontz dan O’Donnel (1968) lusinan kesalahan umum yang merintangi kinerja efektif dan efisien individu dalam organisasi adalah ;

            1. Kegagalan untuk merencanakan secara benar

Sebagian dari kegagalan untuk merencanakan dengan benar lebih banyak terletak pada pengaturan disekitar orang-orang dari pada pengaturan jabatan.

2. Kegagalan untuk menjernihkan hubungan

Kegagalan untuk menjernihkan hubungan organisasi menimbulkan kecemburuan, percekcokan, ketidakamanan, ketidakefisienan,dan pelepasan tanggung jawab lebih banyak dari kesalahan lainnya dalam pengorganisasian

Hubungan Atasan – Bawahan

Konsep hubungan atasan-bawahan bersandar kuat pada perbedaan dalam otoritas, yang diterjemahkan menjadi perbedaan dalam status, hak, dan pengawasan. Sintesa Jablin tentang komunikasi atasan bawahan memperkenalkan sembilan kategori masalah :

  1. Pola interaksi

  2. Keterbukaan

  3. Distorsi ke atas

  4. Pengaruh ke atas

  5. Jarak informasi semantic

  6. Atasan efektif versus atasan tidak efektif

  7. Sifat-sifat pribadi diad

  8. Umpan balik

  9. Pengaruh variable-variabel organisasi sistemik pada kualitas komunikasi atasan bawahan

Hubungan Berurutan

Informasi disampaikan ke seluruh organisasi formal oleh suatu proses; dalam proses ini orang dipuncak hierarki mengirimkan pesan ; kepada orang kedua yang kemudian mengirimkannya lagi kepada orang ketiga. Reproduksi pesan orang pertama menjadi pesan orang kedua, dan reproduksi pesan orang kedua menjadi pesan orang ketiga. Tokoh kunci dalam system ini adalah pengulang pesan (relayor).

Fungsi pengulang pesan

Seorang pengulang pesan menerima pesan dan membawanya sepanjang sebagian perjalanan pesan itu kearah beberapa titik akhir dengan cara yang amat mirip dengan kuda-kuda segar pengganti yang mengankut penunggangnya sepanjan rute, dan orang yang membawa tongkat dalam lomba lari estafet.

A.G. Smith (1973) memperkenalkan empat fungsi dasaryang dilkaukan seorang pengulang pesn, yaitu :

1. Menghubungkan

2. Menyimpan

3. Merentangkan

4. Mengendalikan

Para pengulang pesan adalah orang-orang perantara – penengah antara pengirim dan penerima. Mereka menghubungkan unit-unit system dengan menyelaraskan unit-unit tersebut satu sama lainnya. Adakalanya pengulang pesan mengubah pesan yang dibawanya untuk tujuan menghasilkan keharmonisan antara unit-unit dalam system tersebut, namun mengubah pesan bertentangan dengan etika memelihara dan melestarikan system. Meskipun demikian, dengan mengatur penyampaian, penyimpanan, dan penafsiran pesan, seorang pengulang pesan melakukan pengendalian atas system komunikasi.

APLIKASI SEMIOTIKA KOMUNIKASI

Ada sejumlah bidang terapan semiotika. Pada prinsipnya jumlah bidang terapan semiotika tidaklah terbatas. Bidang semiotika ini sendiri bisa berupa proses komunikatif yang tampak lebih alamiah dan spontan hingga pada sistem budaya yang lebih kompleks.

19 bidang yang bisa dipertimbangkan sebagai bahan kajian ilmiah Semiotika menurut Eco (1979:9-14), antara lain :

 

1. Semiotika binatang (zoomsemiotic)

2. Tanda – tanda bauan (olfactory signs)

3. Komunikasi rabaan (tactile communication)

4. Kode – kode cecapan (code of taste)

5. Paralinguistik (paralinguistics)

6. Semiotika medis (medical semiotics)

7. Kinesik dan proksemik (kinesics and proxemics)

8. Kode – kode musik (musical codes)

9. Bahasa – bahasa yang diformalkan (formalized languages)

10. Bahasa tertulis, alfabet tidak dikenal, kode rahasia (written languages, unknown alphabets, secret codes)

11. Bahasa alam (natural languages)

12. Komunikasi visual (visual communication)

13. Sistem objek (system of objects)

14. Struktur alur (plot structure)

15. Teori teks (text theory)1

16. Kode – kode budaya (culture codes)

17. Teks estetik (aesthetic texts)

18. Komunikasi Massa (mass comunication)

19. Retorika (rhetoric)

Pada komunikasi, bidang terapan semiotika pun tidak terbatas. Adapun beberapa contoh aplikasi semiotika di antara sekian banyak pilihan kajian semiotika dalam domain komunikasi antara lain :

1. MEDIA

Mempelajari media adalah adalah mempelajari makna dari mana asalnya, seperti apa, seberapa jauh tujuannya, bagaimanakah ia memasuki materi media, dan bagaimana ia berkaitan dengan pemikiran kita sendiri.

Dalam konteks media massa, khusunya media cetak kajian semiotika adalah mengusut ideologi yang melatari pemberitaan.

Untuk teknik – teknik analisnya sendiri, secara garis besar yang diterapkan adalah :

  1. Teknik kuantitatif

Teknik ini adalah teknik yang paling dapat mengatasi kekurangan dalam objektivitas, namun hasilnya sering kurang mantap. Ciri – ciri yang dapat di ukur dinyatakan sebagai tanda merupakan titik tolak penelitian ini.

Menurut Van Zoest, 19993:146-147), hasil analisis kuantitatif selalu lebih spektakuler namun sekaligus selalu mengorbankan ketahanan uji metode – metode yang digunakan.

  1. Teknik kualitatif

Pada analisis kualitatif, data – data yang diteliti tidak dapat diukur secara matematis. Analisis ini sering menyerang masalah yang berkaitan dengan arti atau arti tambahan dari istilah yang digunakan.

Tiga pendekatan untuk menjelaskan media (McNair, 1994, dalam Sudibyo, 2001:2-4)

 

1. Pendekatan Politik-Ekonomi

Pendekatan ini berpendapat bahwa isi media lebih ditentukan oleh kekuatan – kekuatan ekonomi dan politik di luar pengelolaan media.

2. Pendekatan Organisasi

Bertolak belakang dengan pendekatan politik-ekonomi, pendekatan ini menekankan bahwa isi media diasumsikan dipengaruhi oleh kekuatan – kekuatan eksternal di luar diri pengelola media.

3. Pendekatan Kulturalis

Merupakan pendekatan politik-ekonomi dan pendekatan organisasi. Proses produksi berita dilihat sebagai mekanisme yang rumit yang melibatkan faktor internal media. Media pada dasarnya memang mempunyai mekanisme untuk menentukan pola dan aturan oragnisasi, tapi berbagai pola yang dipakai untuk memaknai peristiwa tersebut tidak dapat dilepaskan dari kekuatan – kekuatan politik-ekonomi di luar media.

Secara teoritis, media massa bertujuan menyampaikan informasi dengan benar secara efektif dan efisien. Namun, pada praktiknya apa yang disebut sebagai kebenaran ini sangat ditentukan oleh jalinan banyak kepentingan.

Terdapat pemilahan atas fakta atau informasi yang dianggap penting dan yang dianggap tidak penting, serta yang dianggap penting namun demi kepentingan survival menjadi tidak perlu disebar luaskan. Media menyunting bahkan menggunting realitas dan kemudian memolesnya menjadi suatu kemasan yang layak disebar luaskan.

Tiga zona dalam teori media menurut Berger dan Luckman :

  1. Orders and practices of signification = Tatanan dan praktik – praktik signifikasi.

  2. Orders and practises of power = Tatanan dan praktik – praktik kekuasaan.

  3. Orders and practises of production = Tatanan dan praktik – praktik produksi.

Praktik – praktik kekuasaan media memiliki banyak bentuk ( John B. Thomson, 1994) antara lain:

  • Kekuasaan Ekonomi —— dilembagakan dalam industri dan perdagangan.

  • Kekuasaan Politik ——— dilembagakan dalam aparatur negara

  • Kekuasaan Koersif ——– dilembagakan dalam organisasi militer dan paramiliter.

2. PERIKLANAN

Dalam perspektif semiotika iklan dikaji lewat sistem tanda dalam iklan, yang terdiri atas 2 lambang yakni lambang verbal (bahasa) dan lambang non verbal (bentuk dan warna yang disajikan dalam iklan).

Dalam menganalisis iklan, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain (Berger) :

  • Penanda dan petanda

  • Gambar, indeks, simbol

  • Fenomena sosiologi

  • Sifat daya tarik yang dibuat untuk menjual produk

  • Desain dari iklan

  • Publikasi yang ditemukan dalam iklan dan khayalan yang diharapkan oleh publikasi tersebut.

Lain halnya dengan model Roland Barthes, iklan dianalisis berdasarkan pesan yang dikandungnya yaitu :

    • Pesan Linguistik ————————– Semua kata dan kalimat dalam iklan

    • Pesan yang terkodekan —————— Konotasi yang muncul dalam foto iklan

    • Pesan ikonik yang tak terkodekan —– Denotasi dalam foto iklan

3. TANDA NONVERBAL

Komunikasi nonverbal adalah semua tanda yang bukan kata – kata dan bahasa.

Tanda – tanda digolongkan dalam berbagai cara :

  • Tanda yang ditimbulkan oleh alam yang kemudian diketahui manusia melalui pengalamannya.

  • Tanda yang ditimbulkan oleh binatang

  • Tanda yang ditimbulkan oleh manusia, bersifat verbal dan nonverbal.

Namun tidak keseluruhan tanda – tanda nonverbal memiliki makna yang universal. Hal ini dikarenakan tanda – tanda nonverbal memiliki arti yang berbeda bagi setiap budaya yang lain.

Dalam hal pengaplikasian semiotika pada tanda nonverbal, yang penting untuk diperhatikan adalah pemahaman tentang bidang nonverbal yang berkaitan dengan benda konkret, nyata, dan dapat dibuktikan melalui indera manusia.

Pada dasarnya, aplikasi atau penerapan semiotika pada tanda nonverbal bertujuan untuk mencari dan menemukan makna yang terdapat pada benda – benda atau sesuatu yang bersifat nonverbal. Dalam pencarian makna tersebut, menurut Budianto, ada beberapa hal atau beberapa langkah yang perlu diperhatikan peneliti, antara lain :

 

  • Langkah Pertama ——- Melakukan survai lapangan untuk mencari dan menemukan objek penelitian yang sesuai dengan keinginan si peneliti.

  • Langkah Kedua ———- Melakukan pertimbangan terminologis terhadap konsep –konsep pada tanda nonverbal.

  • Langkah Ketiga ———- Memperhatikan perilaku nonverbal, tanda dan komunikasi terhadap objek yang ditelitinya.

  • Langkah Keempat —– Merupakan langkah terpenting —– menentukan model semiotika yang dipilih untuk digunakan dalam penelitian. Tujuan digunakannya model tertentu adalah pembenaran secara metodologis agar keabsahan atau objektivitas penelitian tersebut dapat terjaga.

4. FILM

Film merupakan bidang kajian yang amat relevan bagi analisis struktural atau semiotika.

 

Van Zoest—– film dibangun dengan tanda semata – mata. Pada film digunakan tanda – tanda ikonis, yakni tanda – tanda yang menggambarkan sesuatu. Gambar yang dinamis dalam film merupakan ikonis bagi realitas yang dinotasikannya.

Film umumnya dibangun dengan banyak tanda. Yang paling penting dalam film adalah gambar and suara. Film menuturkan ceritanya dengan cara khususnya sendiri yakni, mediumnya, cara pembuatannya dengan kamera dan pertunjukannya dengan proyektor dan layar.

Sardar & Loon ——– Film dan televisi memiliki bahasanya sendiri dengan sintaksis dan tata bahasa yang berbeda. Film pada dasarnya bisa melibatkan bentuk – bentuk simbol visual dan linguistik untuk mengkodekan pesan yang sedang disampaikan.

Figur utama dalam pemikiran semiotika sinematografi hingga sekarang adalah Christian Metz dari Ecole des Hautes Etudes et Sciences Sociales (EHESS) Paris. Menurutnya, penanda (signifant) sinematografis memiliki hubungan motivasi atau beralasan dengan penanda yang tampak jelas melalui hubungan penanda dengan alam yang dirujuk. Penanda sinematografis selalu kurang lebih beralasan dan tidak pernah semena.

5. KOMIK-KARTUN-KARIKATUR

Sebelum memasuki pembahasan, terlebih dahulu kita ketahui apa yang dimaksud dengan komik, kartun, serta karikatur.

Komik adalah cerita bergambar dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk buku yang pada umumnya mudah dicerna dan lucu. Komik sendiri dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu, comic strips dan comic book. Komik bertujuan utama menghibur pembaca dengan bacaan ringan, cerita rekaan yang dilukiskan relatif panjang dan tidak selamanya mengangkat masalah hangat meskipun menyampaikan moral tertentu. Bahasa komik adalah bahasa gambar dan bahasa teks.

Kartun adalah sebuah gambar lelucon yang muncul di media massa, yang hanya berisikan humor semata, tanpa membawa beban kritik sosial apapun. Pada dasarnya, kartun mengungkapkan masalah sesaat secara ringkas namun tajam dan humoristis sehingga tidak jarang membuat pembaca senyum sendirian.

Karikatur adalah deformasi berlebihan atas wajah seseorang, biasanya orang terkenal, dengan mempercantiknya dengan penggambaran ciri khas lahiriyahnya untuk tujuan mengejek (Sudarta,1987). Empat teknis yang harus diingat sebagai karikatur adalah, harus informatif dan komunikatif, harus situasional dengan pengungkapan yang hangat, cukup memuat kandungan humor, harus mempunyai gambar yang baik. Semula karikatur hanya merupakan selingan atau ilustrasi belaka. Namun pada perkembangannya, karikatur dijadikan sarana untuk menyampaikan kritik yang sehat karena penyampaiannya dilakukan dengan gambar – gambar lucu dan menarik bahkan tidak jarang membuat orang yang dikritik justru tersenyum.

Tommy Christomy ——— Secara formal proses semiosis yang paling dominan dalam kartun adalah gabungan atau proposisi (visual dan verbal) yang dibentuk oleh kombinasi tanda argumen indexical legisign.

Untuk menganalisis kartun atau komik-kartun, seyogyanya kita menempatkan diri sebagai kritikus agar secara leluasa dapat melakukan penilaian dan memberi tafsiran terhadap komik-kartun tersebut.

Setiawan —— Komik-kartun penuh dengan perlambangan – perlambangan yang kaya akan makna. Selain dikaji sebagai teks, secara kontekstual juga dilakukan yakni dengan menghubungkan karya seni tersebut dengan situasi yang sedang menonjol di masyarakat. Dalam pandangan Setiawan hal ini di maksudkan untuk menjaga signifikasi permasalahan dan sekaligus menghindari pembiasan tafsiran.

6. SASTRA

Santosa —— Dalam lapangan sastra, karya sastra dengan keutuhannya secara semiotik dapat dipandang sebagai sebuah tanda. Sebagai suatu bentuk, karya sastra secara tulis akan memiliki sifat kerungan. Dimensi ruang dan waktu dalam sebuah cerita rekaan mengandung tabiat tanda-menanda yang menyiratkan makna semiotika.

Aminudin —— Wawasan semiotika dalam studi sastra memiliki tiga asumsi :

  • Karya sastra merupakan gejala komunikasi yang berkaitan dengan pengarang, wujud sastra sebagai sistem tanda, dan pembaca.

  • Karya sastra merupakan salah satu bentuk pengunaan sistem tanda (system of signs) yang memiliki struktur dalam tata tingkat tertentu.

  • Karya sastra merupakan fakta yang harus direkonstruksikan pembaca sejalan dengan dunia pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya.

Sasaran kajian sastra secara ilmiah bukan pada wujud konkret wacananya, melainkan pada metadiscourse atau bentuk dan ciri kewacanaan yang tidak teramati secara konkret

Junus —– Pradopo —- Penelitian sastra dengan pendekatan semiotika sesungguhnya merupakan lanjutan dari pendekatan strukturalisme. Strukturalisme tidak dapat dipisahkan dengan semiotika karena karya sastra merupakan struktur tanda – tanda yang bermakna. Tanpa memperhatikan sistem tanda dan maknanya, serta konvensi tanda, struktur karya sastra atau karya sastra tidak dapat dimengerti secara optimal.

Dalam penelitian sastra dengan menggunakan pendekatan semiotika, tanda yang berupa indekslah yang paling banyak dicari, yaitu berupa tanda – tanda yang menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Preminger ——- Studi semiotika sastra adalah usaha untuk menganalisis sistem tanda – tanda. Oleh karena itu, peneliti harus menentukan konvensi – konvensi apa yang memungkinkan karya sastra mempunyai makna.

7. MUSIK

Sistem tanda musik adalah oditif. Bagi semiotikus musik, adanya tanda – tanda perantara, yakni, musik yang dicatat dalam partitur orkestra, merupakan jalan keluar. Hal ini sangat memudahkan dalam menganalisis karya musik sebagai teks. Itulah sebabnya mengapa penelitian musik semula terutama terarah pada sintaksis. Meski demikian, semiotika tidak dapat hidup hanya dengan mengandalkan sintaksis karena tidak ada semiotika tanpa semantik juga tidak ada semiotika musik tanpa semantik musik.

Aart van Zoest —– Tiga kemungkinan dalam mencari denotatum musik ke arah isi tanggapan dan perasaan :

  • Untuk menganggap unsur – unsur struktur musik sebagai ikonis bagi gejala – gejala neurofisiologis pendengar,

  • Untuk menganggap gejala – gejala struktural dalam musik sebagai ikonis bagi gejala – gejala struktural dunia penghayatan yang dikenal.

  • Untuk mencari denotatum musik ke arah isi tanggapan dan perasaan yang dimunculkan musik lewat indeksial.

Untuk menganalisi musik tentu juga diperlukan disiplin lain, misalnya ethnomusicology dan antropologi. Dalam ethnomusicology, musik dipelajari melalui aturan tertentu yang dihubungkan dengan bentuk kesenian lainnya termasuk bahasa, agama, dan falsafah.

SUDAHKAH RAKYAT KITA SEJAHTERA ?

Rakyat sejahtera ?, entah sampai kapan kita dapat mencapai kalimat tersebut, sesuatu yang amat didamba dan di idam-idamkan segenap bangsa Indonesia. Meski mensejahterakan adalah tujuan dari bangsa Indonesia yang tercantum pada dasar Negara, namun untuk mencapai itu tidak mudah seperti apa yang kita inginkan, kesejahteraan antar tiap pribadi seseorangpun belum tercapai, masih banyak yang perlu kita benahi dan relokasikan untuk mencapai itu. Walau mungkin ada diantara kita beberapa yang telah mencapai tingkat kesejahteraan yang mencukupi.

Tiap individu itu berbeda,termasuk berbeda dalam mentafsirkan kata sejahtera. Ada orang yang mengartikan bahwa sejahtera adalah terlepas dari kemiskinan, sejahtera berarti mencukupi. Sejahtera dan kemiskinan erat kaitannya satu sama lain. Sebab orang yang telah mencapai kesejahteraan berarti orang tersebut telah terbebas dari kemiskinan, meskipun belum tentu itu dapat mencapai kebahagiaan yang hakiki. Bagaimana bisa rakyat kita telah sejahtera, jika disana-sini masih ada yang meminta-minta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya semata. Masih ada disebuah pelosok desa terpencil yang kekurangan kebutuan pangan maupun sandang. Dan masih ada diantara pemimpin-pemimpin kita yang masih mementingkan pribadinya untuk mencapai kesejahteraannya sendiri dengan mengambil hak-hak orang kebanyakan.

Itu semua tidak dapat dikatakan kalau rakyat kita telah sejahtera. Semestinya mereka sebagai pemimpin dapat memberikan contoh atau tauladan kepada mereka yang belum mencapai kesejahteraan yang layak, atau setidaknya memberikan pembelajaran bagaimana caranya merengkuh itu.

Didalam ajaran Hindu sesorang yang berada dalam golongan brahmanapun di haruskan turun lansung kebawah untuk memberikan pengetahuan kepada ketiga golongan lainnya dalam konsep catur warna yakni Ksatrya, Wesya, Sudra. Golongan brahmana dituntut untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan membuat aturan-aturan hukum yang berlaku serta memberikan hukuman kepada siapa yang melanggarnya. Jadi golongan brahmana sangat bertanggung jawab kepada masyarakatnya apabila ditemukan masyarakat tersebut tidak mendapatkan kesejahteraan yang layak.

Namun pada kenyataannya bagaimana dengan bangsa ini, bagaimana dengan rakyatnya yang tidak mendapatkan kesejahteraan yang sebagaimana mestinya. Pemimpin kita, pemimpin bangsa ini harusnya layak dimintai pertanggung jawaban terhadap fenomena tersebut. Yang ada rakyat menjerit acap kali pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Suara rakyat hanyalah dianggap sebagai suara-suara rintihan yang merongrong kursi pemerintahan.Coba kita lihat dimana-mana pekerja/buruh menuntut kenaikan gaji,guru,PNS atau petani yang meminta kelayakan untuk hak hidup layak, namun pemimpin bangsa ini tidak bergeming sedikitpun untuk lebih menata dimana letak kesalahan bangsa ini.

Acuh tak acuh pemerintah hanya menjadikan bahwa ini adalah hal yang wajar dalam kehidupan Negara yang menganut paham demokrasi. Semestinya jika melihat konsep ajaran hindu tadi pemerintah haruslah terjun langsung kebawah mengawasi dan memberikan pembelajaran cara-cara efektif untuk dapat menuju hidup yang sejahtera. Jangan hanya menjadikan Negara lain sebagai tujuan tugas dinas dengan alasan studi banding. Sungguh tidak masuk akal jika rakyat kita dibandingkan dengan rakyat bangsa lain yang jelas-jelas berbeda adat dan falsafah. Jika ingin rakyat kita sejahtera marilah para pemimpin negeri ini mau turun langsung, agar bisa lebih memahami dan mengetahui apa yang diinginkan oleh rakyatnya. Jangan membandingkan bangsa ini dengan bangsa lain.Mau berkomunikasi antar semua golongan dan tidak merasa berpikiran bahwa “saya layak menjadi pemimpin” mungkin bangsa ini akan maju dan terarah. Dalam menjalin hubungan ini maka perlu adanya pikiran yang baik, sebab jika pikiran baik maka perkataanpun akan baik.

Mungkin dengan jalan seperti ini akan tercipta hubungan yang harmonis antar semua golongan, antar semua pemimpin partai, ormas, serta antar semua lapisan masyarakat yang pada akhirnya akan tercipta masyarakat yang dinamis dan sejahtera. Ya semoga saja, karena saya pun berharap demikian. Semoga jika mereka semua mau bertemu dan duduk bersama yang dikomunikasikan hanyalah untuk rakyat semata dan bukan untuk sebuah kursi yang dipandang dengan kedua buah bola mata.

DETEKSI DINI KERUSAKAN MOTOR

Disini sedikit saya sebutkan ciri-ciri kerusakan sepeda motor yang biasa kita pakai sehari-hari, Agar kelak kita bisa mendeteksi secara cepat kerusakan apa yang kira-kira terjadi pada kendaraan yang biasa kita pakai, beberapa pengalaman pahit sewaktu saya tidak mengetahui dan mengenal apa yang terjadi pada sepeda motor saya, acapkali saya selalu mengandalkan bengkel sepeda motor terdekat ataupun bengkel-bengkel yang bertebaran dijalan, kerap kali itu pula selalu saya tidak mendapatkan kepuasan, malahan biaya yang semula saya pikir terjangkau, setelah saya bawa ke bengkel semua itu meleset bahkan membengkak hingga 2-3 kali lipat. Itu sebab karena ada saja spare part yang tidak seharusnya diganti malah diganti oleh montir dibengkel tersebut. Berbekal dari pengalaman ini ada baiknya sebelum teman-teman membawa motor anda kebengkel, kenali dulu kerusakan motor anda secara mandiri, agar nanti di bengkel, anda sudah tahu spare part mana yang harus diganti dan mana yang yang tidak perlu. Dibawah ini gambaran umum cirri –ciri kerusakan yang biasa ditimbulkan oleh sepeda motor :

Selamat mengenali………! Berhati-hatilah kepada bengkel anda, carilah bengkel yang betul-betul sudah anda kenal dan percaya.

1. Akibat Kompresi Mesin Lemah

  • Mesin sukar hidup / tidak dapat hidup sama sekali

  • Mesin dapat hidup tapi tidak ada tenaganya

  • Pemakaian bahan baker menjadi boros

  • Timbul suara menggelitik pada bagian blok silinder (detonasi)

2. Mesin mendadak mati ketika dikendarai dijalan

  • Businya mati atau businya kotor

  • Platina tidak bekerja dengan sempurna atau sama sekali tidak bekerja akibat dari baut platina longgar

  • Kabel pengapian lepas/longgar

  • Bensin tidak turun pada karburator

  • Jet utama dan jet langsam pada karburator tersumbat

  • Torak macet didalam lubang silinder akibat overheating

3. Pemakaian bahan bakar boros

  • Tersumbatnya saringan udara dibagian belakang karburator

  • Banyaknya karbon pada ruang bakar. Karbon ini terbentuk akibat terbakarnya oli pelumasyang mengeras berupa arang yang menempel pada puncak torak dari ruang bakar

  • Sistem pemakaian yang kurang tepat

  • Kompresinya rendah

  • Kerusakan yang terjadi yaitu torak. Cincin torak dan lubang silinder

4. Akselerasi mesein kurang sempurna

  • Saluran-saluran atau lobang-lubang didalam karburatornya kotor

  • Businya tidak menyala secara konstan yang disebabkan kotor. (kerenggangan busi terlalu rapat)

  • Gas sisa pembakaran tidak dapat keluar secara lancar dari knalpot

  • Saringan udara yang tersumbat akan mempengaruhi komposisi bensin dan udara sehingga campuraterlallu kaya

  • Waktu pegapian yang kurang tepat, terlau cepat menyala atau terlalu lambat menyala

5. Mesin tenaganya hilang

  • Bos katup terlalu sempit lubangnya, sehingga katup menjadi tidak lancar untuk bekerja

  • Pegas katupnya lemah atau patah, perbaikannya harus ganti yang baru

  • Waktu pembukaan dan penutupan katup tidak tepat. Hal ini berarti poros hubungan (noken as) harus di stel kembali pada posisi top

  • Terjadi kebocoran kompresi akibat rusaknya paking kepala silinder

  • Torak, cicncin torak, dan lubang silindernya usang

  • Tempat kedudukan businya rusak, hal ini berarti harus dibuat alur dudukan busi yang baru

6. Keluar asap putih dari knalpot

  • Torak, cincin torak dan lubang silinder aus/rusak

  • Terlalu banyak mengisi oli pelumas

  • Tekanan pompa oli terlalu tinggi

  • Penggunaan mutu oli yang kurang baik

7. Mesin hidupnya tersendat-sendat setelah dipanaskan

  • Busi yang kadang kala mengeluarkan api kadangkala tidak

  • Koil pengapiannya rusak

  • Penyetelan plampung kurang tepat

PENEMU MESIN 4 TAK DAN 2 TAK

Jangan bingung bicara 4tak dan 2tak. Tahu dong pastinya, apalagi kalo ente anak motor pasti tau beda motor 4tak sama 2tak, tahu kan….! Siapa yang ngga tau motor Honda Supra X dan motor Yamaha RX King, mending pulang kampung aja sampeyan….! atau buru-buru deh sampeyan ke dealer motor terdekat, tanya itu jenis motor apa……?.

OK deh to the point aja, ane bukan mau jelasin bedanya motor 4tak sama 2tak itu, atau mau jelasin untung ruginya naek motor itu, tapi ane mo kasih info sedikit biar sampeyan kaga penasaran atau tanya-tanya sama tukang pembuat motor tersebut, atau malah sampeyan maseh tanya-tanya ama diri sendiri siapa sih penemu mesin ini…?.

Nih bocorannya…..!

Entiene Lenoir yang lahir pada tahun 1822 dan meniggal dunia pada tahun 1900 adalah seorang berkebangsaan Perancis yang pertama kali menemukan motor bakar 2tak. Sedangkan August Otto yang hidup antara 1832 sampai 1891 adalah seorang berkebangsaan Jerman yang membuat cikal bakal ramainya industri Mobi,l sipenemu mesin 4tak.

Pada tahun 1860, Otto mendengar kabar ada ilmuwan jenius yang bernama Leonir, yang mampu membuat mesin pembakar dengan dua dorongan putaran alias 2tak. Sayangnya mesin 2tak ini memakai bahan bakar gas. Otto menilai ini kurang praktis.”kalau saja memakai bahan cair, pasti berdaya guna, karena ngga perlu musingin pembuatan gas”pikir Otto waktu itu. Otto kemudian menciptakan karburator, sayangnya ditolak lembaga paten, karena ada yang mendahului. Namun doski menyempurnakan mesin 2tak dengan 4 dorongan alias 4 langkah. Hasil ini dipatekan di Jerman pada tahun 1863.

Mendapat formula jitu. Lalu ia membuat mesin yang dibiayai oleh Eugene Langen. Konstruksi buatannya mendapatkan medali World Fair di Paris 1867. Dengan mengendus kesuksesan besar mereka berdua menggaet ilmuwan brilian Gottlieb Daimler untuk terus mengembangkan formulanya, hingga kini lahirlah beribu-ribu macam jenis kendaraan yang kita gunakan.

So, jadi sampeyan kudu ingat kalo motor sampeyan 2tak itu adalah inspirasinya Leonir, sedangkan kalau yang sampeyan kebut itu 4tak adalah hasil pikirannya Otto. Ingat yah jangan salah lagi lo…!

JENIS LAY OUT IKLAN CETAK

1. MONDRIAN LAY OUT
Mengacu pada konsep seorang pelukis Belanda bernama Piet Mondrian, yaitu: penyajian iklan yang mengacu pada bentuk-bentuk square/landscape/portait, dimana masing-masing bidangnya sejajar dengan bidang penyajian dan memuat gambar/copy yang saling berpadu sehingga membentuk suatu komposisi yang konseptual.

2. MULTI PANEL LAY OUT
Bentuk iklan dimana dalam satu bidang penyajian dibagi menjadi beberapa tema visual dalam bentuk yang sama (square/double square semuanya).

3. PICTURE WINDOW LAY OUT
Tata letak iklan dimana produk yang diiklankan ditampilkan secara close up. Bisa dalam bentuk produknya itu sendiri atau juga bisa menggunakan model (public figure)

4. COPY HEAVY LAY OUT
Tata letaknya mengutamakan pada bentuk copy writing (naskah iklan) atau dengan kata lain komposisi lay out nya didominasi oleh penyajian teks (copy)

5. FRAME LAY OUT
Suatu tampilan iklan dimana border/bingkai/frame nya membentuk suatu naratif (mempunyai cerita)

6. SHILHOUTTE LAY OUT
Sajian iklan yang berupa gambar ilustrasi atau tehnik fotografi dimana hanya ditonjolkan bayangannya saja. Penyajian bisa berupa Text-Rap/warna spot color yang berbentuk gambar ilustrasi atau pantulan sinar seadanya dengan tehnik fotografi.

7. TYPE SPECIMEN LAY OUT
Tata letak iklan yang hanya menekankan pada penampilan jenis huruf dengan point size yang besar. Pada umumnya hanya berupa Head Line saja.

8. SIRCUS LAY OUT
Penyajian iklan yang tata letaknya tidak mengacu pada ketentuan baku. Komposisi gambar visualnya, bahkan kadang-kadang teks dan susunannya tidak beraturan.

9. JUMBLE LAY OUT
Penyajian iklan yang merupakan kebalikan dari sircus lay out, yaitu komposisi beberapa gambar dan teksnya disusun secara teratur.

(dari sebuah blog desain grafis yang aku lupa alamatnya) …… maaf yah !

Tunjukan Aku Ke Jalan Yang Lurus

Suatu ketika aku bermain-main di sebuah taman dengan pemandangan yang begitu Indah, dimana ditengah taman tersebut menggericik aliran air yang tersembur dari sebuah pipa dalam kolam yang airnya tak begitu dalam. Bermandikan cahaya rembulan, dan remang gulita redup lampu hias aku terduduk bersandarkan batu pualam penghias dinding sebuah pos jaga. Dari sini aku dapat memandang dan melihat setiap gerak-gerik orang berlalu lalang, baik berpasangan maupun berkelompok, seolah mereka tak memperdulikan keberadaanku. Mereka asyik masyuk dengan segala aktivitas yang dikerjakan, entah bersenda, bergumul, maupun sekedar bercengkrama, rupanya suasana sendu taman membuat mereka larut dalam keasyikan. Rata-rata mereka yang mengunjungi taman ini adalah pasangan muda-mudi sedang dimabok asmara.

Terlintas dalam kesendirianku, sebuah pikiran apakah aku akan seperti mereka bila bersamaku kekasihku. “ oooohhh….! tidak-tidak itu tidak benar ! lirihku. Bila aku seperti mereka maka aku adalah seorang lelaki yang tak bertanggung jawab, seorang lelaki yang tidak dapat menjaga sebuah kehormatan wanita. Buatku wanita adalah sebuah mutiara yang harus dijaga kilau cahyanya. Jika aku seperti mereka maka aku telah meredupkan cahya mutiara tersebut dan kelak orang tidak lagi dapat menghargai dengan tinggi mutiara itu.

Dengan pemandangan seperti itu, segera aku panjatkan doa semoga mereka diberi kekuatan agar mereka dapat mengetahui kemana arah jalan mereka, yaitu arah jalan lurus jalan sebuah kebenaran. Dan aku berharap jalanku, jalan yang ku tempuh saat ini adalah jalan yang benar yaitu jalan yang lurus, jalan yang diridhai oleh Allah SWT. Bukan jalan yang dimurkai oleh NYA. Selangkah kemudian aku berpikir apakah mereka termasuk orang-orang yang berakal, orang berakal yang menggunakan akalnya. Sebab jika mereka berakal, maka mereka tidak akan mengumbar syahwatnya dimuka umum, dan jika mereka berakal maka setiap pasangannya akan saling meperingatkan jika jalan yang mereka tempuh itu salah, dan kembali kepada jalan yang lurus.

Indahnya Persahabatan

Suatu hari ketika aku bertanya pada sahabatku “ apa arti cinta dan persahabat an ?”. Sejenak ia pun terdiam, perlahan namun sangat mengena hati ia menjawab, ‘Sahabat adalah hujan dikala kemarau, air ditengah gurun pasir dan persahabatan adalah anggur bagi kehidupan. Lantas aku bertanya apa maksudnya, dengan senyumnya yang khas dia bilang bahwa sahabat adalah mereka yang tidak meniggalkanmu dikala susah dan mereka yang mengerti tentang segala kondisi kamu, mau berbagi dikala diminta maupun tidak diminta, mereka yang menghargaimu, menghargai orang lain dan mereka yang bertanggungjawab atas tindakanmu, serta terutama sekali adalah ia yang tahu dan mengerti kepada siapa seharusnya mempercayakan rahasia. Disinilah indahnya persahabatan dan dari sini pula biasanya benih-benih cinta dan kasih itu tumbuh. Kemudian ia mengingatkanku bahwa uang tidak bisa digunakan untuk membeli teman, tetapi uang bisa mendapatkan musuh dari kelas yang lebih baik. Andai di dunia ini tidak ada cinta dan persahabatan, maka hidup akan serasa gersang, hampa dan tidak ada dinamika. Cinta dan persahabatan bisa membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, yang sulit menjadi sederhana, permusuhan menjadi perdamaian dan yang jauh menjadi dekat. Itulah gambaran kekuatan cinta dan persahabatan.

Sedalam itukah maknanya?, tanyaku!. Kembali sahabatku menjawab, bisa lebih dari itu bahkan kita tidak dapat mengukur , sekalipun menggunakan alat ukur tercanggih yang ada di dunia. Sulit dan sangat sulit sekali mengukur keduanya, hanya orang-orang yang memiliki ketulusan hatilah yang megerti akan cinta dan persahabatan, orang-orang yang tidak berprasangka buruk terhadap orang lain serta orang-orang yang yakin akan dirinya ketika ia berkata “aku mencintaimu”.

Memang demikianlah, sedikit gambaran mengenai cinta dan persahabatan antara dua individu atau lebih dimuka bumi ini. Mungkin tanpa ini semua bumi akan segera hancur, tanpa ini pula perselisihan atas kesalahpahaman sedikit memicu konflik yang berkepanjangan, memicu perang dan saling bunuh antar umat manusia. Padahal kalau saja kita mengetahui Cukup banyak himbauan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah untuk menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan diantara umat manusia, salah satu contohnya bisa dilihat dalam :

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu saling bersaudara.” (Qs. al-Hujurat 49:10)

“Dan orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian dari mereka adalah penolong [wali] bagi sebagian yang lain.” (Qs. at-Taubah 9:71).

“Hindarkan dirimu dari persangkaan buruk, sesungguhnya yang demikian itu adalah sebohong-bohong perkataan. Jangan mencari-cari aib orang lain, jangan memata-matai, jangan bersaingan menawar barang dengan maksud merugikan orang lain, jangan saling menghasut, jangan saling bermusuhan dan jangan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidaklah halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya sesama Muslim lebih dari 3 hari.”

“…Lantaran itu, damaikanlah diantara dua saudara kamu dan berbaktilah kepada Allah agar kamu diberi rahmat.” (Qs. al-Hujurat 49:10)

Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa cinta dan persahabatan tidak hanya merekayasa gerak-gerik tubuh, namun harus melibatkan pula aspek hati di dalamnya. Dengan kombinasi bahasa tubuh dan bahasa hati, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih bermutu daripada yang dilakukan orang lain pada kita.

Kembali sahabatku mengingatkan, bagaimana mungkin hidup kita akan tenang kalau di dalam hati masih tersimpan kebencian dan rasa permusuhan kepada sesama. Perhatikan keluarga kita, kelompok yang paling kecil di masyarakat. Bila di dalamnya ada beberapa orang saja yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, apalagi kalau di belakang sudah saling menohok dan memfitnah, maka rahmat Allah akan di jauhkan dari rumah tersebut. Dalam lingkup yang lebih luas, misalnya dalam sebuah negara. Bila di dalamnya sudah ada kelompok yang saling jegal, saling fitnah, atau saling menjatuhkan, maka dikhawatirkan bahwa bangsa dan negara tersebut akan terputus dari rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Untuk mengakhiri tulisan ini, kembali sahabatku berpesan bahwa : ”Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.” (Alessandro Manzoni) Dan sebaik-baik manusia ialah yang berguna bagi orang lain.

Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.

Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.

Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan,

mereka menunjang dan membuka hatimu.

Tunjukkanlah kepada teman-temanmu

betapa kau menyukai mereka.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk aku, kau dan sahabat-sahabatku. Untuk mereka yang bertikai, untuk mereka yang mendamba akan hadirnya kedamaian, untuk mereka yang sedang memperkaya diri sendiri dengan merugikan orang lain, untuk mereka yang lalai akan janji-janji dan untuk mereka para pencari cinta.

( dari berbagai sumber )